Rudy Hartono, Sang Legenda Penguasa All England
Rudy Hartanto. Sumber: lensabulutangkis.web.id

Rudy Hartono, Sang Legenda Penguasa All England – Kabar yang mengecewakan hari ini menggelayut bagi dunia perbulutangkisan Indonesia. Seluruh Tim Indonesia yang akan bertanding di Birmingham, Inggris dalam Turnamen Yonex All England diharuskan mundur dan menjalani isolasi mandiri selama 10 hari di Crowne Plaza, karena berada dalam satu penerbangan dengan penumpang yang dipastikan positif Covid-19.

Hal ini dikemukakan oleh Ricky Soebagja, Manajer Tim Indonesia melalui kanal resmi Youtube PBSI pada hari ini, Kamis (18/3). Ricky mengatakan, panitia tidak bisa melakukan apa-apa, karena hal ini sudah menjadi regulasi mengenai tracing dan penanganan Covid-19 yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris.

Seperti yang kita ketahui, bulu tangkis atau badminton merupakan salah satu cabang olahraga yang telah menyumbang cukup banyak piala bagi Indonesia. Dalam hampir semua turnamen bergengsi, Indonesia pernah menyabet dan menggondol gelarnya.

All England, sebagai turnamen tertua dalam dunia badminton pun pernah dirajai oleh Indonesia. Sejak tahun 1959, hingga sekarang, Indonesia telah meraih gelar juara sebanyak 47 kali, yang dimulai pertama kali oleh Tan Joe Hok pada tahun 1959.

Siapa Pebulutangkis Indonesia yang Paling Banyak Menggondol Gelar All England?

Baca juga: Cara Alami Menghilangkan Komedo dan Penyebab Komedo Membandel

Berbicara mengenai pebulutangkis fenomenal Indonesia, tentu kita mengenal sederet nama dari Lim Swie King hingga Susi Susanti, dan kini yang menjadi gandrungan remaja Indonesia, Jonathan Christie.

Rudy Hartono, Sang Legenda Penguasa All England

Rudy Hartono
Rudy Hartono. Sumber: Viva

Namun, ada satu nama pebulutangkis yang merajai hampir semua turnamen bergengsi dunia pada zaman kejayaannya, dia Rudy hartono. Rudy Hartono merupakan pebulutangkis Indonesia yang berhasil menyabet gelar juara All England sebanyak delapan kali.

Pria yang lahir di Surabaya pada tanggal 18 Agustus 1949 ini memulai pelatihannya di Asosiasi Bulu Tangkis Oke, di Surabaya. Pada tahun 1965, ambisi Rudy dalam olahraga bulu tangkis membuatnya pindah ke Pusat Pelatihan Thomas Cup. Hal itu karena untuk mendapatkan pelatihan yang lebih baik. Dua tahun kemudian, pada tahun 1967, Rudy menjadi squad Indonesia yang memenangkan Thomas Cup untuk Indonesia.

Karir Rudy dalam dunia bulu tangkis dimulai ketika ia menjadi Juara All England untuk pertama kalinya, di tahun 1968. Rudy mengalahkan pemain Malaysia, Tan Aik Huang. Sejak saat itu, hingga tahun 1974, Rudy merajai lapangan All England dan menggondol gelar juara selama tujuh tahun berturut-turut. Gelar terakhir Rudy sebagai juara All England adalah pada tahun 1976, dengan mengalahkan Liem Swie King.

Delapan trofi All England, membuat Rudy menjadi pemain tunggal putra dengan trofi terbanyak sepanjang sejarah.