Rumah Gadang yang Elok nan ’Takambang’
beritapapua.id - Rumah Gadang yang Elok nan ’Takambang’ - Direktorat jendral Kebudayaan

“Memiliki atap yang sangat ikonik, rumah tradisional masyarakat Minangkabau, rumah Gadang mengandung banyak makna,”

Siapa yang tak kenal dengan Rumah Gadang? Atapnya yang menjulang layaknya sebuah tanduk itu menjadi ciri khas yang sulit dilupakan. Hingga saat ini, masyarakat Ibu Kota pun masih sering melihatnya. Cobalah tengok warung-warung makanan Padang. Kerap kali gambar Rumah Gadang bertengger di kaca etalase makanan sejuta umat itu. Lantas, apa sih makna di balik eloknya Rumah Gadang?

Masyarakat Minangkabau memiliki sebuah rumah tradisional yang disebut dengan Rumah Gadang. Rumah yang banyak terlihat di daerah Sumatera Barat ini memiliki beberapa nama lain, seperti Rumah Gadong, Rumah Bagonjong, atau Rumah Baanjuang. Nuansa matrilineal yang dipegang teguh oleh masyarakat Minang sangat ditampakkan pada rumah ini. Hal ini tergambar pada sejumlah peraturan yang perlu dipatuhi sebagai tempat tinggal bersama.

Rumah Gadang memiliki jumlah kamar yang ditentukan berdasarkan jumlah anak perempuan yang dimiliki oleh keluarga yang mendiami rumah tersebut. Selain itu, bangunan elok itu biasanya dibangun di atas sebidang tanah milik keluarga dari induk dari kelompok atau suku tertentu yang kemudian ditinggali secara turun-temurun, atau diwariskan hanya pada keturunan perempuan kelompok tersebut.

Masih soal peraturan di Rumah Gadang, selain berfungsi sebagai tempat tinggal, rumah tradisional Minangkabau ini juga memiliki fungsi lain, antara lain musyawarah keluarga, tempat mengadakan upacara adat, pewarisan nilai-nilai adat. Rumah ini kerap disucikan dan dianggap begitu tinggi di kalangan masyarakat Minang. Untuk itu, setiap orang yang memasukinya perlu mencuci kakinya terlebih dahulu.

Baca Juga: Sinergi Agama, Adat, Serta Pemerintahan di Indonesia

Liuk Elok Arsitektur Rumah Baanjuang

Tanduk di atap Rumah Gadang selalu menjadi ciri khas. Tanduk yang menyerupai tanduk kerbau ini berjumlah empat sampai enam yang mana satu di antaranya–biasanya yang tengah–menghadap ke depan. Tanduk itu memiliki nama, yakni gonjong. Secara keseluruhan, rumah ini memiliki bentuk seperti kapal dengan bagian atas yang lebih besar dari bagian bawahnya. Tiap bagian dari rumah itu memiliki nama.

Mulai dari tanduk di atapnya disebut dengan gonjong. Kemudian dinding segitiga yang ada di bawah gonjong disebut singkok. Di bawah singkok terdapat rak yang disebut pereng. Beralih pada alasnya, lantai Rumah Gadang disebut dengan anjuang. Sebutan untuk dinding bagian depan dan samping pun berbeda. Dinding depan disebut dengan dindiang tapi dan bagian samping disebut dindiang ari. Lain lagi sebutannya untuk dinding yang ada di ruang bawah rumah yakni salangko. Wajah atau fasad bagian depan rumah ini disebut papan sakapiang.

Gonjong pada rumah tradisional ini bermakna religi. Tanduk menjulang diartikan seperti harapan untuk mencapai Tuhan. Gonjong sendiri memiliki tiga makna. Pertama, seperti tanduk kerbau yang mana memiliki kaitan dengan nama Minangkabau itu sendiri. Kedua, dikaitkan dengan bentuknya yang mirip dengan pucuk rebung yang mana itu merupakan bahan makanan adat. Ketiga, bentuknya yang seperti kapal dianggap berasal dari rombongan Iskandar Zulkarnaen yang berlayar ke sana.

Dinding dari rumah ini diartikan sebagai kekuatan yang berasal dari persatuan masyarakat Minangkabau. Arsitektur rumah gadang sudah dipikirkan matang oleh para leluhur. Rumah ini dibuat dengan kekuatan untuk tahan dari guncangan gempa hingga 8 skala richter. Getaran gempa mampu terdistribusi secara efektif ke seluruh bagian rumah sehingga rumah ini tahan gempa.

Falsafah Minangkabau

Falsafa Minangkabau berasal dari alam, “alam takambang jadi guru”. Maksud dari ungkapan tersebut adalah menjadikan alam sebagai sumber pembelajaran. Kearifan muncul tatkala seorang individu peka terhadap lingkungannya, serta mampu menjadikan alam sebagai sumber ilmunya.

Dalam acara HUT Ri ke-72 RI, Ibu Negara, Iriana Jokowi, tampil dengan pakaian khas Minangkabau. Pakaian itu pula memiliki bentuk yang mirip dengan atap Rumah Gadang. Memiliki makna serupa, namun beda. Bagaimana menurutmu?