Rumah Kaki Seribu
Rumah Kaki Seribu, Rumah Adat Unik Khas Suku Arfak Papua

Ya, namanya Rumah Kaki Seribu. Rumah panggung merupakan rumah tradisional yang lazim kita temui di Indonesia. Corak arsitektur rumah yang didominasi kayu dan rumbai dengan empat tiang sebagai pondasi ini bisa kita temui di hampir seluruh Nusantara, dengan keunikannya sendiri. Rumah panggung memang menjadi ideal karena struktur pondasi yang cocok untuk melindungi penghuninya dari mara bahaya akibat bencana maupun serangan binatang buas. Ditopang oleh empat kaki rumah yang kokoh dan berjarak dari tanah, rumah yang didesain seperti ini dapat dipastikan aman dari banjir.

Dari sekian banyak corak rumah panggung, ada satu disain rumah panggung yang sangat unik, bahkan tidak ditemui di lain tempat yang umumnya berpondasi empat tiang. Keunikan dari rumah kaki seribu adalah pondasi yang tersebar di seluruh struktur bagian bawah rumah dan menjadi tumpuan utama.

Selain itu, rumah ini mempunyai bentuk yang tidak jauh berbeda dengan rumah panggung lainnya. Atap rumbai dan lantai dari anyaman rotan, serta posisi lantai yang jauh dari tanah. Keunikan rumah ini hanya bisa ditemui di Papua, khususnya suku Arfak yang mendiami pegunungan Arfak, Papua Barat Mereka menyebutnya Mod Aki Aksa.

Baca juga: Wisata Jayapura Yang Paling Menarik, Ini Dia 4 Tempatnya

Keunikan Lain Rumah Kaki Seribu

Keunikan lain yang menjadi pembeda rumah ini dengan rumah panggung lainnya adalah, akses masuk dan keluar yang minim. Hanya ada dua pintu, dan tanpa jendela sama sekali, ini dimaksudkan untuk menjaga keamanan penghuninya dari serbuan musuh dan binatang buas serta menghindarkan penghuninya dari udara yang dingin.

Bagian dalam rumahnya pun tidak disekati dengan kamar-kamar. Hanya terdapat dua bagian di dalam rumah unik ini. Bagian untuk laki-laki yang disebut ‘Ngimdi’ di sebelah kanan rumah dan bagian untuk perempuan yang disebut ‘Ngimsi’ yang terletak di sebelah kiri rumah, di dalamnya juga terdapat perapian untuk menghangatkan isi rumah.

Selain berfungsi sebagai hunian dan tempat dilakukan pesta-pesta adat, terdapat kolong yang cukup luas di dalam rumah ini yang dipergunakan sebagai tempat beternak, biasanya babi. Seiring berkembangnya zaman, rumah khas papua ini tak lagi diminati, sehingga jarang ditemui. Rumah beton dengan beratap seng lebih banyak ditemui daripada rumah kaki seribu.