Saldo E-toll tidak cukup STNK ditahan
Saldo E-toll tidak cukup STNK ditahan

Adanya petugas Jasa Marga yang disebut mengambil Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) pengemudi mobil yang kejadiannya terekam dan viral di media sosial Facebook lantaran saldo e-toll tidak cukup sewaktu melintas di jalan tol Surabaya-Mojokerto.

Kronologi kejadian tersebut bermula saat kendaraan minibus Ertiga berwarna abu-abu yang dikendarai oleh seseorang berinisial AH masuk ke Gardu 8 GT Warugunung dengan saldo uang elektronik yang kurang.

Petugas Jasa Marga yang saat itu bertugas meminta yang bersangkutan untuk melakukan top-up uang elektronik. Namun yang bersangkutan tidak mau dan meminjam uang elektronik kendaraan di belakangnya.

Baca Juga: Standar Pelatihan Kejuruan Internasional

Apakah Perlu STNK Ditahan Karena Saldo E-toll Tidak Cukup?

Perlu diketahui bahwa tarif tol dihitung berdasarkan data gerbang tap-in pada saat diawal kendaraan masuk tol, dan tap-out saat kendaraan keluar tol. Dengan adanya sistem tersebut maka apabila telah terjadi tap-out mobil yang dipinjam e-tollnya tidak akan bisa keluar karena tidak memiliki data.

Karena hal tersebut petugas mengarahkan yang bersangkutan ke pinggir jalan tol. Petugas juga meminta STNK untuk didata dengan maksud hanya untuk dijadikan sebagai jaminan agar pengguna jalan dapat menyelesaikan proses transaksi. Namun hal ini tetap tidak sesuai dengan SOP Petugas.

Untuk para pengguna tol sebaiknya melakukan pengecekkan dan memastikan bahwa saldo e-toll mereka cukup. Jika tidak maka akan ada sanski kepada mereka yang lalai. Sanksi nya berupa denda, hal itu sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (PP) Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan tol Pasal 86 Ayat (2) berbunyi:

“(2). Pengguna jalan tol wajib membayar denda sebesar dua kali tarif tol jarak terjauh suatu ruas jalan tol dengan system tertutup dalam hal:

  1. Pengguna jalan tol tidak dapat menunjukkan bukti tanda masuk jalan tol pada saat membayar tol
  2. Menunjukkan bukti tanda masuk yang rusak pada saat membayar tol; atau
  3. Tidak dapat menunjukkan bukti tanda masuk yang benar atau yang sesuai dengan arah perjalanan pada saat membayar tol.”

Yang pada kesimpulannya dalam kasus tersebut karena sudah terjadi tap-out maka pemilik e-toll sudah tidak memiliki data tap-in. Serta seharusnya petugas tidak perlu untuk mengambil STNK milik yang bersangkutan. Karena mengenai hal tersebut ada dan telah diatur, cukup memberlakukan sanksi tersebut. Dengan demikian bagi pengendara sebaiknya tidak meminjamkan e-toll, dan bagi yang saldo top-up nya kurang maka bisa melakukan pengisian top-up disekitar pintu tol.