Sambut Ramadhan, Paduan Suara Gereja Papua Berselawat
Ilustrasi toleransi umat beragama (foto : istimewa)

Belum lama ini, sebuah video mengenai sekelompok paduan suara gereja yang melantunkan selawat viral. Menurut informasi, mereka adalah kelompok pemuda-pemudi asal Papua.

Selanjutnya, Video berdurasi 3 menit 22 detik memperlihatkan sekitar 20 orang tengah berbaris dengan 1 orang pemandu. Dengan iringan organ, mereka melantukan selawat badar. Laki-laki yang memainkan organ sekaligus memandu melantunkan selawat begitu fasih.

Kemudian, teman-teman lainnya mengiringi lantunan selawatnya dengan backing vocal. Bahkan, alunan nada tersebut begitu apik dan syahdu. Bahkan, pengucapannya pun begitu fasih.

Tak heran, video tersebut menuai respons baik dari masyarakat yang melihatnya. Sejumlah orang menyebut bahwa ini adalah bentuk toleransi beragama yang menyejukkan hati.

Kelompok paduan suara gereja Papua menyanyikan selawat badar. Foto: tangkapan layar video.

Kendati demikian, unggahan itu tidak memiliki keterangan tempat dan waktu. Akun @jemputdimana mengunggah video tersebut hari Selasa, 20 April 2021.

Benarkah Video Paduan Suara Itu Baru?

Faktanya, video serupa pernah muncul tanggal 29 April 2020 lalu. Mereka adalah Komunitas Katolik Gereja Jayapura, Papua. Akun @KatolikG adalah pertama kali yang mengunggahnya.

Dalam unggahannya itu, mereka menulis bahwa kegiatan itu adalah bentuk sambutan terhadap bulan Ramadhan.

Baca Juga : Hati-hati! Ini Bentuk Puasa yang Tertolak

“Latihan menyanyi “Sholawat Badar” menyambut Bulan suci Rhomadlon. Lagu ini begitu indah kami nyanyikan oleh Pemuda Gereja di Jayapura dengan suara komplit: Sopran, Alto, Tenor dan Bass, iringan khas Paduan Suara Gereja,” tulis akun @KatolikG.

Memang, video tersebut sudah ada sejak 1 tahun lalu. Namun, unggahan tersebut kembali mengingatkan kita akan toleransi dan kedamaian yang hendak kita pupuk bersama. Hal ini sejalan dengan komentar salah satu akun pada video tersebut.

“Mereka berusaha meraih dan menggapai kita sampai pada titik sholawat yang agung sakral. Itu mereka nyanyikan dengan indahnya, sedang sebagian dari kita masih gemar bergunjing, menghardik, bahkan menyakiti saudara sesama. Tak malukah dengan Nur Ilahi yang katanya hidayah itu?” komentar @ranggavega.

Komentar lainnya bernada serupa. Bahwa, apa yang mereka lakukan adalah bentuk toleransi meski berbeda keyakinan.

“Indahnya toleransi pada bidang musik. Seperti Desa Latta-Ambon, sambut peserta sidang Klasis Ambn timur 2017, pemuda Muslim dan Kristen mainkan alat musik iringi selawat. Selamat berbuka puasa teman-teman Muslim,” kata @Noovys.

Sejak muncul, video itu mendapat ribuan penonton. Menurut informasi, video tersebut mendapatkan lebih dari 9. 1 ribu likes.