Korban Kecelakaan Pesawat
Santunan Bagi Korban Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air

Santunan Bagi Korban Kecelakaan Pesawat – Awal tahun 2021, dibuka dengan berita duka yang cukup menjadi trauma bagi banyak orang. Pesawat Sriwijaya Air tujuan Jakarta – Pontianak dengan nomor penerbangan SJ-182, jatuh di Kepulauan Seribu, pada (09/1).

Akibat dari kecelakaan masih belum bisa dipastikan. Sebelum adanya investigasi terhadap black box (kotak hitam) yang berisi rekaman pilot dalam cockpit. Kabar duka di awal tahun ini mendapatkan simpati bukan hanya dari masyarakat Indonesia, namun hampir seluruh dunia. Mereka mengucapkan belasungkawa yang dalam atas peristiwa naas ini.

Status para penumpang yang menjadi korban kecelakaan Sriwijaya Air sampai dengan saat ini masih “dalam pencarian”. Masyarakat masih berharap adanya sebuah mujizat tentang keselamatan para penumpang, meskipun kemungkinan itu sangat kecil.

Pertanggungan Bagi Ahli Waris

Lantas, bagaimana jaminan pertanggungan bagi para penumpang yang menjadi korban kecelakaan Swirijaya Air ini, maupun penerbangan pada umumnnya?

Ada setidaknya dua jenis pertanggungan yang akan diterima oleh ahli waris para korban kecelakaan pesawat sebagai moda transportasi umum. Tentunya hal ini mempunyai landasan hukum masing-masing.

Selain uang santunan dan duka yang akan diberikan oleh pihak perusahaan penerbangan kepada ahli waris dari korban kecelakaan, peraturan perundangan juga mengatur perihal kewajiban bagi pihak perusahaan sebagai santunan meninggal dunia. Hal ini diatur di dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 tahun 2011, dengan nilai sebesar Rp1,25 miliar.

Peraturan Menteri ini muncul sebagai output dari ratifikasi peraturan penerbangan sesuai dengan Konvensi Montreal 199 pada 2017. Peraturan tersebut mengatur tentang santunan wajib yang harus diberikan oleh perusahaan penerbangan kala terjadi kecelakaan yang mengakibatkan kematian.

Jasa Raharja Memberikan Santunan Korban Kecelakaan Pesawat

Korban Kecelakaan Pesawat
Jasa Raharja

Di luar santunan wajib yang telah diatur di dalam Peraturan Menteri Perhubungan di atas, Jasa Raharja juga berkewajiban untuk memberikan santunan tersendiri bagi para korban. Sebagai perusahaan asuransi sosial yang memberikan perlindungan dasar kepada penumpang angkutan umum yang resmi, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 Tahun 2017, Jasa Raharja wajib menyerahkan hak santunan sebesar Rp50juta kepada ahli waris.

Untuk itu, biasanya pihak perusahaan penerbangan, dan pihak Jasa Raharja maupun Kementerian Perhubungan akan membuka hotline untuk bisa dihubungi oleh para ahli waris dari korban kecelakaan pesawat ini.