Sarang Semut Khas Papua Disebut Mampu Sembuhkan Kanker
beritapapua.id - Sarang Semut Khas Papua Disebut Mampu Sembuhkan Kanker - ekoqren

Sarang Semut Khas Papua Disebut Mampu Sembuhkan Kanker – Dewasa ini, para ahli bidang medis mulai gencar melakukan penelitian terhadap pengobatan alternatif, salah satunya tumbuhan tradisional. Di Ibu Kota sendiri, misalnya. Kafe yang menyajikan minuman tradisional khas Jawa mulai merambah ke mana-mana.

Khasiat dari minuman dan makanan herbal dalam bidang kesehatan dinilai manjur. Selain efeknya yang tidak kalah dari obat-obatan medis, mereka dikenal luput dari efek samping. Salah satu yang hendak dibahas kali ini adalah sarang semut sebagai obat alternatif. Terdengar tidak lazim, namun beberapa penelitian menyebutkan bahwa sarang semut memiliki khasiat  yang luar biasa.

Bukan sembarang sarang semut yang manjur sembuhkan berbagai macam penyakit. Salah satu sarang semut yang terkenal dengan kemampuannya menyembuhkan kanker berasal dari Indonesia Timur, yakni Papua.

Tumbuhan dengan nama latin Latin Myrmecodia pendans ini banyak dijumpai di dataran tinggi Papua, seperti Jayawijaya, Tolikara, Puncak Jaya, Gunung Bintang dan Paniai. Tempat tinggal koloni semut itu kerap dikonsumsi masyarakat datarang tinggi Papua sebagai obat, salah satunya menjaga daya tahan tubuh.

Baca Juga: Musisi Legendaris Charlie Daniels Telah Berpulang

Obat Tradisional Masyarakat Pegunungan Papua

Sebelum peneliti mengungkap khasiat si rumah semut itu, masyarakat Timur Indonesia sudah mengonsumsinya sebagai obat. Sejak tahun 1950-an, sarang semut dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Biasanya sarang semut diolah menjadi campuran bubur atau direbus untuk diminum.

Setelah ditelaah lebih dalam, budaya mengonsumsi sarang semut di Papua memiliki khasiat yang dapat dibuktikan secara akademis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Hasanuddin Makassar dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, diketahui bahwa tumbuhan sarang semut mengandung senyawa kimia flavonoid dan tannin.

Kedua senyawa tersebut memiliki manfaat yang baik untuk tubuh. Flavonoid merupakan zat kimia bernutrisi tinggi yang berfungsi sebagai antiradang dan antioksidan. Sedangkan tannin memiliki polifenol yang mengandung antioksidan dan antimikrobial sebagai zat yang mampu mencegah penyakit.

Sejumlah penelitian mengungkap bahwa kedua kandungan tersebut mampu mencegah pertumbuhan sel kanker. Dilansir dari sehatq.com, kedua kandungan tersebut mampu mencegah kanker lidah dan kanker payudara. Meski demikian, penelitian lebih lanjut perlu dikembangankan jika tumbuhan tersebut hendak digunakan sebagai obat kanker secara serius.

Belajar dari Jamu: Berkhasiat Belum Tentu Manjur

Sebagaimana makanan tradisional yang terbuat dari tumbuhan herbal lainnya, khasiatnya tidak dapat diraih dalam satu atau dua kali minum saja. Khasiat minuman herbal hanya dapat dirasakan setelah mengonsumsinya dalam beberapa waktu. Itu sebabnya dalam tradisi orang Jawa, jamu kerap dijadikan gaya hidup.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, sekitar 95 persen dari mereka yang minum jamu merasakan manfaatnya. Perlu digarisbawahi bahwa khasiat jamu dapat dirasakan setelah rutin mengonsumsinya. Layaknya berolahraga, tubuh yang fit dan bugar tidak dapat diperoleh hanya dalam sekali atau dua kali latihan berat. Namun, kesehatan dapat diraih setelah melakukan olahraga secara rutin.

Kembali pada sarang semut, penelitian Universitas Gajah Mada (UGM) membuktikan tumbuhan sarang semut aman dikonsumsi dan tanpa efek samping. Hal yang sama juga dibuktikan oleh penelitian lain dari Universitas Trisakti, Jakarta.

Meski dinilai aman, anda perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya secara rutin.