Sat Reskrim Polres Merauke Amankan 7 Pelaku Penggalian Pasir Ilegal
beritapapua.id - Sejumlah truk yang diamankan di Mapolres Merauke (foto : jubi)

Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Merauke beberapa hari lalu baru saja mengamankan tujuh orang pelaku penggalian pasir secara ilegal. Penggalian pasir ilegar ini terjadi di wilayah Kuler dan Pantai Ndalir, Distrik Naukenjerai, Kabupaten Merauke.

Menurut laporan masyarakat bahwa telah terjadi penggalian pasir ilegal di daerah Ndalir, Kuler Merauke dengan jumlah 70 lebih truk yang mengantri. Setelah mendapat laporan itu, Kasat Reskrim bersama anggotanya langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi di TKP.

Kasatreskrim Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agus Pombos menjelaskan bahwa telah mengamankan tujuh pelaku beserta truk berisikan pasir. Kemudian akan membawanya membawanya ke mapolres untuk melakukan proses lebih lanjut.

“Sejumlah truk bersama pasir, kita amankan di halaman Mapolres Merauke untuk diproses hukum,” tegasnya.

Ia menjelaskan penangkapan ini bisa terjadi karena adanya informasi dari masyarakat jika ada penggalian pasir ilegal di dua kampung itu. Berbekal informasi itu, pihaknya bersama anggota bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) melakukan pengecekan.

Dalam perjalanan menuju Ndalir dan Kuler, jelas Kasatreskrim, pihaknya mendapatkan sejumlah truk bermuatan pasir hendak ke kota. Pihaknya kemudian melakukan pengamanan terhadap truk-truk itu berserta supirnya.

“Kami lanjut perjalanan ke dua kampung itu dan ditemukan salah satu truk sedang mengangkut pasir di pinggir pantai. Lalu truk itu juga kami amankan dan bersama sopirnya ikut dibawa ke polres juga,” katanya.

Dua Kampung Mengalami Abrasi Pantai Akibat Penggalingan Pasir

Ia menjelaskan dari pemantauan di lapangan, akibat penggalian pasir secara liar di dua kampung tersebut, terjadi abrasi pantai. Selain itu AKP Agus Kombos juga mengatakan mereka menggali di pinggir rumah warga hingga di pinggir badan jalan aspal, sehingga nyaris mengalami kerusakan.

“Jadi kondisi pantai maupun beberapa titik lain akibat penggalian pasir secara ilegal, sangat memprihatinkan,” ungkapnya.

Baca Juga : Disdukcapil Sorong Kebobolan, 5 Komputer Hilang

Kasatreskrim juga mengatakan bahwa pasir itu para tersangka ambil dan bawa untuk berbagai kegiatan pembangunan dalam kota. Hanya pihaknya masih akan melakukan pendalaman lagi terkait dugaan tersebut.

Akibat penggalian pasir para tersangka terjerat pasal 158 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU Nomor 4 tahun 2009 tentang penambahan mineral serta batu bara dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Kasubag Humas Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ariffin, menambahkan ketujuh tersangka bersama barang bukti truk dan pasir sudah diamankan di mapolres.