Satgas BKO Brimob Terlibat Bentrok Dengan TNI di Tugu Salib Jayawijaya
beritapapua.id - Ilustrasi prajurit TNI dan pasukan Brimob. (Foto: Istimewa)

Satgas BKO Brimob terlibat bentrok dengan anggota Kodim 1702/Jayawijaya di Tugu Salib, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Sabtu (20/8/2022) pukul 22.15 WIT. Dalam peristiwa ini dua anggota Brimob dan dua prajurit TNI terluka.

Dari salah unggahan akun @infokomando.official terlihat puluhan anggota TNI berhamburan keluar dari Markas Kodim 1702/Jayawijaya. Para anggota TNI berlari menuju Pos Satgas BKO Brimob di Jalan Yos Sudarso yang menjadi lokasi keributan.

Menurut informasi, keributan ini berawal dari kesalahpahaman antara anggota Brimob yang sedang sweeping orang tak dikenal (OTK). Tidak lama kemudian, melintas anggota TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya yakni Sertu D dan Pratu HP di TKP.

Anggota Brimob mencurigai Sertu D saat mengambil gambar kemudian mengadang dan memukulnya. Tidak hanya itu, anggota Brimob diduga juga memukul Pratu HP dari belakang tepat di bagian kepala hingga terjatuh lalu dipopor kembali dengan senjata di bagian dagu.

Karena terpojok, Sertu D kemudian menghubungi rekan-rekannya di Makodim menggunakan HT. Pukul 22.25 WIT, anggota TNI yang sudah berkumpul di Makodim kemudian mendatangi Pos Satgas BKO Brimob di Jalan Yos Sudarso sehingga terjadilah keributan.

Anggota Brimob yang mulai terpojok kemudian mengeluarkan tembakan ke atas sebanyak 10 kali. Sekitar pukul 22.41 WIT, Pasi Intel Kodim Kapten Sony Teguh Bahtiar tiba di lokasi untuk melakukan mediasi dengan Satgas BKO Brimob lalu menarik mundur seluruh anggota Kodim 1702/Jayawijaya.

Dua Prajurit TNI dan Dua Anggota Brimob Terluka

Akibat keributan tersebut, 2 prajurit TNI dan 2 anggota Brimob menjalani perawatan medis, yaitu Sertu D (memar di wajah), Pratu HP (Memar di wajah, dagu dan mulut robek, kepala bagian belakang robek karena popor senjata), Bripda AE (memar di wajah) dan Bripda FS (memar di wajah).

Kapolres Jayawijaya AKBP Hesman Napitupulu mengatakan bahwa Propam Polda sedang mendalami kejadian tersebut.

Baca Juga: Menjelang Laga Perdana, Persipura Tak Akan Kembali Menggelar Laga Uji Coba

“Propam sementara ada lima orang. Mereka bekerja profesional sesuai tugas masing-masing dalam hal pendalaman,” katanya, Selasa (23/8/2022).

Pimpinan TNI dan Polri di Jayawijaya sudah berkomitmen menjaga situasi agar persoalan itu bisa terselesaikan.

“Artinya supaya kita tetap menjaga situasi lebih baik dan juga jangan sampai masyarakat merasa resah,” ucapnya.