Satgas Covid-19 Kota Sorong Dapati Surat Vaksinasi Palsu
beritapapua.id - Petugas Satgas Covid-19 Kota Sorong sedang melakukan pengecekan di meja kerjanya. (foto : antara)

Petugas Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, terpaksa memulangkan 26 penumpang KM Sinabung asal Kota Baubau, Selasa (27/7/2021).

Satgas Covid-19 Kota Sorong terpaksa memulangkan penumpang karena menggunakan dokumen perjalanan palsu. Selain itu, 26 penumpang ini juga tidak memiliki surat izin masuk ke wilayah Sorong pada Selasa.

Koordinator Lapangan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Sorong Fenti Hendri Talane mengatakan tidak memiliki surat izin masuk.

Ia juga mengatakan bahwa 26 penumpang tersebut juga menggunakan surat vaksinasi dan surat keterangan pemeriksaan Covid-19. Dan ini juga menjadi salah satu daftar panjang untuk kasus penumpang yang menggunakan surat keterangan perjalanan palsu.

Para penumpang juga sengaja dipulangkan kembali agar hal tersebut tidak terulang kembali, lantaran kejadian tersebut sudah berulang kali terjadi. Dan ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat yang ingin coba masuk dan tidak mematuhi kebijakan pemerintah yang ada.

“Temuan tersebut bukan baru kali ini, tetapi sudah berkali-kali terjadi. Dan kali ini diberikan sanksi agar menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya untuk mematuhi ketentuan pemerintah,” katanya.

Baca Juga : Pemkab Teluk Wondama Berikan Bantuan Kepada Pasien COVID-19

Ia juga menambahkan seluruh dokumen perjalanan bagi pelaku perjalan saat ini sangat penting demi upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Karena memang saat ini lonjakan kasus Covid-19 terbilang cukup sangat tinggi.

Surat Vaksinasi Palsu, Tim PPKM Lakukan Tindakan Terhadap Penumpang

Sekretaris Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sorong Herlin Sasabone mengonfirmasi bahwa tim pengawas pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Pelabuhan Sorong sudah menindak 26 penumpang yang datang dari pelabuhan Baubau tanpa surat izin masuk dan membawa dokumen perjalanan palsu.

“Kami juga melaporkan temuan ini kepada pihak Pelni dan instansi terkait lainnya agar melanjutkan kepada Pelni daerah lain sehingga memperhatikan syarat pelaku perjalanan sesuai dengan edaran PPKM,” katanya.

Terkait dengan kejadian tersebut General Manager atau GM PT Pelni Cabang Baubau, J S Sitorus, membenarkan bahwa ada penumpang KM Sinabung asal Kota Baubau yang memalsukan dokumen untuk perjalan laut.

Adapun 26 penumpang yang memalsukan sertifikat vaksin maupun hasil swab antigen tersebut terciduk di Pelabuhan Sorong, Selasa (27/7/2021).

“Iya, benar ada 26 orang menggunakan sertifikat vaksin dan surat keterangan hasil rapid test antigen aspal (asli tapi palsu),” ujarnya.