Satgas Covid-19 Kota Sorong Temukan Surat Vaksinasi Palsu
beritapapua.id - Petugas Satgas Covid-19 Sorong memeriksa dokumen palsu milik penumpang pesawat. (foto : antara)

Satgas Covid-19 Kota Sorong menemukan penumpang yang menggunakan surat keterangan vaksinasi palsu dan surat keterangan pemeriksaan COVID-19 palsu. Temuan tersebut terjadi di Bandara Domine Eduard Osok, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat.

Rodney salah satu petugas lapangan Satgas Covid-19 Kota Sorong mengungkap bahwa benar ada penumpang masuk tanpa membawa surat keterangan vaksinasi. Para penumpang yang tiba di Kota Sorong ini berasal dari luar Papua Barat.

Hal ini terungkap saat petugas lapangan Satgas Covid-19 Kota Sorong melakukan pemeriksaan terhadap para penumpang yang tiba di Bandara Domine Eduard Osok.

Ia juga mengatakan bahwa jumlah penumpang yang tidak mengantongi surat izin masuk adalah sebanyak 8 penumpang. Lebih lanjut ia juga mengatakan selain tidak membawa surat keterangan vaksinasi, ada penumpang yang membawa surat keterangan Covid-19 Palsu.

“Satu orang penumpang berinisial SS selain tidak memiliki surat izin masuk juga memiliki surat vaksin dan tes usap Covid-19 palsu,” ujarnya.

Baca Juga : RSUD Jayapura Datangkan Mesin Produksi Oksigen Dari Prancis

Ia mengungkapkan, pelaku perjalanan itu mengaku membayar hingga Rp700 ribu untuk mendapat surat keterangan pemeriksaan COVID-19 dan surat vaksinasi Covid-19.

“Yang bersangkutan langsung diserahkan kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Rodney mengatakan bahwa hal tersebut terjadi tidak hanya terjadi baru kali ini saja, namun sudah berulang kali terjadi dan terus berulang. Karena Satgas Covid-19 kerap menemukan kasus penumpang pesawat yang masuk ke wilayah Kota Sorong tidak membawa dokumen lengkap.

Ini menunjukkan bahwa maskapai kurang memperhatikan surat edaran Wali Kota Sorong tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Delapan Penumpang berasal Dari Jakarta dan Makassar

Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Sorong, Herlin Sasabone mengonfirmasi bahwa tim lapangan Satgas menemukan delapan penumpang dari Jakarta dan Makassar yang tidak memiliki dokumen syarat perjalanan saat melakukan pemeriksaan dokumen di bandara.

Ia mengatakan para penumpang yang masuk tanpa adanya kelengkapan dokumen telah mendapatkan teguran yang tegas. Dan untuk penumpang yang menggunakan surat keterangan palsu telah diserahkan ke pihak berwajib.

Ia menjelaskan pemerintah saat ini juga telah memperpanjang PPK darurat, untuk itu ia berharap pelanggaran yang sama tidak terulang kembali.