Satu Prajurit Kembali Gugur Akibat Serangan KKB di Nduga
beritapapua.id - Korban tewas akibat serangan KKB di Distrik Kenyam, Nduga, Papua bertambah menjadi 2 perwira TNI. (Foto: Istimewa)

Korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua bertambah.

Setelah sempat kritis, karena terluka parah, Pratu Mar Wilson Anderson Here, Prajurit TNI dari Korps Marinir juga meninggal dunia, Minggu (27/3/2022) dini hari. Pratu Wilson Anderson Here menghebuskan napas terakhir sekitar pukul 02.05 WIT.

Korban meninggal dunia lainnya adalah Letda Mar Muhammad Ikbal yang merupakan Komandan Peleton (Danton) Satgas Mupe Yon Mar III. Ia gugur setelah mengalami luka tembak parah pada lengan kanan sebelah atas.

Komandan Kodim (Dandim) 1715/Yahukimo, Letkol Inf Johanis Victorianus Tethool mengatakan bahwa korban sempat mengalami kritis, karena terkena tembakan pada bagian perut sebelah kiri dan kepala belakang sebelah kiri.

“Ya, luka berat di perut sebelah kiri, kepala sebelah kiri bagian belakang dan luka lecet kaki sebelah kiri,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa TNI yang bertugas juga sudah mengevakuasi kedua koban menggunakan helikopter yang berangkat dari Timika menuju Kenyam.

“Pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIT sempat terdengar tiga kali suara tembakan dari arah Nonggilait. Mungkin untuk menganggu proses evakuasi para korban,” jelasnya.

10 Prajurit TNI Menjadi Korban

Menurut informasi yang ada, dalam penyerangan KKB terdapat 10 prajurit TNI yang menjadi korban.

Adapun korban luka-luka akibat peristiwa itu adalah, Serda Mar Bayu Pratama mengalami luka pada lengan kiri, Serda Mar Rendi Febriansah mengalami luka pada bagian paha dan perut.

Baca Juga: Junaedi Rahim Resmi Memimpin KKSS Kota Jayapura

Serda Mar Ebit Erisman Sikubu mengalami luka lecet pada kedua lengan tangan, Pratu Mar Rahmat Sulaiman mengalami luka pada bagian kepala.

Pratu Mar Dicky Sugara mengalami luka pada kaki sebelah kiri, Pratu Mar Adik Saputra mengalami luka pada bagian punggung.

Prada Mar La Harmin mengalami luka lecet pada lengan sebelah kiri dan paha kiri. Selanjutnya, Prada Mar Alif Dwi Putra Nugraha mengalami luka pada kaki sebelah kanan.

Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan, SE dalam keterangannya mengatakan penyerangan itu terjadi pada sore menjelang malam.

Dalam kejadian tersebut gerombolan KST langsung menembaki para Prajurit TNI Pos Marinir Perikanan Quari Bawah.

“Prajurit TNI Pos Marinir Perikanan Quari Bawah telah diserang dan ditembak oleh gerombolan KST, sehingga personel Pos tersebut melakukan tembakan balasan kepada kelompok teroris yang menyerang,” kata Wakapendam.

Saat ini Prajurit TNI yang bertugas di Pos Marinir Perikanan Quari Bawah di Distrik Kenyam, Nduga melaksanakan siaga dan proses evakuasi sedang berlangsung.