Sebagian Warga Kota Jayapura Kesulitan Dapatkan Gas Elpiji
beritapapua.id - Ilustrasi tumpukan gas elpiji (LPG) berukuran 3kg. (foto: Kompas)

Sejak 17 Oktober 2021 sebagian warga Kota Jayapura kesulitan mendapatkan gas elpiji. Kurangnya pasokan gas elpiji juga terjadi di Kabupaten Jayapura bahkan Kabupaten Keerom di Papua.

Salah seorang pegawai PT Anugrah yang merupakan agen penyedia gas elpiji di Kota Jayapura mengatakan stok sudah kosong sejak dua minggu sebelumnya.

“Stoknya memang kosong sama sekali, memang kehabisan ini. Yang kita simpan juga memang sudah habis,” katanya.

Indah mengatakan stok gas elpiji yang disediakan PT Anugrah hanya bertahan selama dua minggu. Harga pengisian ulang untuk tabung 5 kilogram Rp120 ribu, 12 kilogram Rp235 ribu, dan 50 kilogram Rp250 ribu.

“Ini akan ada kenaikan harga. Harganya tidak menentu, ini yang lama punya (harga),” ujarnya. Indah mengatakan kapal yang mengangkut gas dari Surabaya sudah berada di Jayapura.

Kapal Pemasok Gas Terlambat 3 Hari

Hanya saja belum bersandar kerena masih menunggu kapal barang yang lain sedang membongkar muatan di pelabuhan. Menurutnya seharusnya sesuai jadwal kapal pemasok gas sudah sandar sejak 17 Oktober 2021. Artinya kapal tersebut sudah terlambat tiga hari dari jadwal.

Akibat keterlambatan tersebut, ia juga menyebutkan banyak warga yang sudah mengeluh karena sulitnya mendapatkan gas elpiji.

Baca Juga: Pesawat Cargo Smart Air Jatuh di Bandara Aminggaru

“Yang kami simpan juga sudah habis, tapi kapal-kapal belum datang juga. Ini sudah terlambat, seharusnya sudah sandar. Kalau bisa jangan sampai terlambat karena warga sudah pada mengeluh,” ujarnya.

Agen gas elpiji lainnya di Kota Jayapura, PT Elcony Panasumi juga kehabisan gas elpiji. Mereka juga sedang menunggu kapal pemasok dari Surabaya tersebut.

“Lagi kosong, kapalnya terlambat. Kita masih menunggu,” kata Intan, salah satu pegawai PT Elcony Panasumi.

Senada dengan Indah, Intan mengatakan seharusnya sesuai jadwal kapal sudah bersandar sejak 17 Oktober 2021.

Ia mengaku belum mendapatkan informasi terkait keterlambatan tersebut.

“Tidak tahu terlambat sampai kapan. Biasa molor tapi tidak semolor ini. Ini belum ada informasi dari mereka [Pertamina] kenapa kapalnya terlambat,” ujarnya.

PT Elcony Panasumi melayani konsumen untuk pengisian gas elpiji untuk 5,5 kilogram harganya Rp115 ribu dan 12 kilogram seharga Rp235 ribu.