Sejak Covid-19, Seberapa Efektif Pembelajaran Berbasis Daring?
beritapapua.id - Ilustrasi belajar daring. (Foto: Istimewa)

Sepanjang tahun 2020 hingga tahun 2021, sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan agar sekolah-sekolah melakukan kegiatan belajar mengajar secara online atau daring. Lalu, apakah kegiatan belajar online atau daring tersebut efektif?

Kegiatan pembelajaran berbasis daring ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Jika membahas kegiatan belajar daring yang [diakibatkan] oleh adanya pandemic Covid-19, tentunya solusi tersebut menjadi solusi terbaik, mengingat penularan Covid-19 yang begitu cepat. Namun sebenarnya, jika [dibandingkan] dengan kegiatan belajar tatap muka, tentu kegiatan belajar daring ini memiliki banyak sekali kekurangannya.

Untuk kelebihannya sendiri, kegiatan belajar daring bisa mendorong para pelajar untuk lebih bisa bertanggung jawab akan apa yang sudah menjadi tugasnya. Selain itu kegiatan ini juga bisa membangun sifat mandiri, karena saat kegiatan belajar daring, pasa pelajar akan lebih [dituntut] untuk bisa belajar sendiri. Lantas, apa saja yang menjadi kekurangan dari pembelajaran berbasis daring tersebut?

Kelemahan Kegiatan Belajar Berbasis Daring

Kegiatan belajar berbasis daring ini membuat kurangnya interaksi antara siswa atau mahasiswa (pelajar) dengan guru atau dosen (pengajar). Kurangnya interaksi langsung tersebut dapat membuat pelajar kekurangan informasi. Solusi dari masalah ini sebenarnya bisa [diatasi] apabila pelajar aktif bertanya.

Baca Juga: Yuk Daftar Sayembara Desain Gedung di IKN Nusantara oleh Kementerian PUPR!

Selain itu, karena kemudahan mengakses banyak hal ketika kegiatan belajar daring, fokus pelajar dapat terganggu. Mereka dapat saja melakukan kegiatan lainnya sembari mengikuti pelajaran secara online. lebih buruknya, beberapa hal bisa [diakali] ketika sedang belajar online, misalnya saja dengan mengganti background wajah pelajar saat sedang zoom meeting, merekam video lalu mengkoneksikannya dengan aplikasi zoom sehingga pelajar bisa bebas berkeliaran atau melakukan apa saja tanpa disadari oleh pengajar, seperti halnya yang sedang viral di beberapa media sosial.

Pembelajaran tatap muka saja biasanya masih menyisakan beberapa pelajar yang kurang memahami materi, apa lagi pembelajaran secara daring. Hal tersebut pun akan semakin [didukung] apabila koneksi internet atau jaringan salah satu atau keduanya tidak stabil. Mirisnya, beberapa tenaga pengajar yang tidak bertanggung jawab pun kerap kali hanya memberikan tugas sepanjang kegiatan belajar mengajar online, tanpa terlebih dahulu menjelaskan materi.