Sejarah Docmart
Sejarah Docmart, Punk dan Proletar Inggris

Sejarah Docmart, Punk dan Proletar Inggris – Siapa yang menyangka, merk sepatu boots yang begitu terkenal di dunia fesyen berawal dari kegundahan seorang prajurit yang mengalami luka di kakinya. Dr Klaus Maertens, sang pencipta merk sepatu boots Dr. Martens (Docmart) pertama kali menciptakan sol sepatu yang unik dan lembut untuk dipergunakan ketika dalam tahap penyembuhan kaki yang luka. Kala itu, sepatu lazimnya mempunyai sol kulit yang keras, yang tak nyaman dipergunakan olehnya. Dr Maertens mendobrak kelaziman sol sepatu dengan menciptakan sol bantalan udara yang nyaman dipergunakan. Sebuah revolusi dalam industri sepatu.

Dr Maertens kemudian membuat sebuah sepatu contoh dan menunjukkannya kepada teman kuliahnya yang juga seorang insinyur mekanik, Dr Herbert Funk. Menggunakan peralatan militer bekas, mereka mulai memproduksi sepatu yang unik dan revolusioner itu. Dalam satu dekade, bisnis mereka booming, terutama untuk kalangan perempuan.

Keunikan sepatu yang diproduksi dalam skala rumahan oleh Dr Maertens dan Dr Herbert mendapatkan perhatian oleh sebuah perusahaan sepatu dari Inggris, the Griggs Company. Keunikan sol sepatu memikat hati dari pemilik perusahaan tersebut, untuk menjadikannya sebuah produk sepatu yang baru sama sekali. Setelah lisensi sol tersebut dibeli oleh Griggs Company, dan sejumlah perubahan dilakukan, lahirlah produk sepatu boots yang diberi nama Dr. Martens Boots pada tanggal 1 April 1960.

Docmart Menjadi Ikon Punk Skin Head

Baca juga: Pentingnya Cara Menggunakan Sunscreen Dengan Benar

Dr. Martens awalnya diproduksi dan dipergunakan oleh kaum buruh pabrik dan tukang pos dengan harga 2 Poundsterling saja. Tanpa disadari, Docmart kemudian menjadi sebuah simbol fesyen revolusi oleh kaum Skinhead, sebuah sub-kultur yang lahir di Inggris sebagai simbol perjuangan proletar.

Begitu ikoniknya Docmart sebagai simbol fesyen kaum pemberontak, Pete Townsend, personil grup band rock Inggris, The Who, mulai menggunakan Docmart dalam kesehariannya maupun dalam penampilan-penampilan bandnya.

Baca juga: Caligula, Kaisar Gila yang Hampir Menginvasi Britania

Docmart sejak saat itu menjadi ikon yang menunjang sub kultur di Inggris. Zaman anti pemerintahan, dan munculnya kaum Punk dan Skinhead, dipertunjukkan dengan fesyen unik. Kepala botak atau rambut yang menjulang tinggi, dengan celana jins ketat dan jaket kulit, selalu dipastikan menggunakan Docmart sebagai alas kaki mereka. Docmart yang lahir sebagai produk yang mendobrak kelaziman dunia sepatu dianggap pula sebagai simbol perlawanan bagi kaum muda di Inggris.

Kini, Docmart tak hanya dipergunakan oleh kaum punk maupun skinhead yang identik dengan perlawanan dan anarkisme. Kini Docmart telah menjadi fesyen yang bisa dipergunakan oleh siapa saja. Keunikan sepatu boots ini, bahkan muncul sebagai identitas baru. Sepatu untuk semua orang. Yang pasti, Docmart sudah tak lagi menjadi sepatu kaum buruh yang tak berpunya, karena harga yang dipatok oleh sepatu ini, tak lagi dapat dijangkau oleh kaum pekerja biasa.