Sejumlah Cabor Gagal Raih Medali PON XX, KONI Papua Akan Evaluasi
beritapapua.id - Atlet Papua saat pelepasan kontingen PON XX. (foto: Jubi)

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua akan melakukan evaluasi ke sejumlah cabang olahraga baik unggulan maupun non unggulan yang gagal menyumbangkan medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX.

Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya mengatakan, ada beberapa cabang olahraga yang menjadi unggulan untuk mendapatkan medali emas pada PON XX, namun justru gagal. Sebaliknya, sejumlah cabang olahraga non unggulan justru sukses mempersembahkan medali emas di PON XX.

Untuk itu KONI Papua akan melakukan evaluasi terhadap cabor-cabor yang gagal menyumbangkan medali emas di PON XX.

“Sudah ada evaluasi yang kita siapkan, ada beberapa cabor unggulan yang justru perolehan medalinya kurang dan cabor yang tidak kita targetkan bisa menyumbangkan medali. Di PABSI misalnya, itu ada harapan kita untuk medali emas, tapi kemudian gagal,” ujar Kenius.

Ia juga menambahkan bahwa hal serupa juga terjadi pada PASI yang menjadi unggulan bisa meraih banyak medali emas. Namun pada perhelatan PON XX PASI hanya bisa mendapatkan satu medali emas.

“PASI juga begitu, cukup mengejutkan buat kita juga karena cost-nya besar untuk peralatan dan semua keperluan, tapi hanya mendapatkan satu medali emas. Ini menjadi catatan buat kami KONI, dan juga kita akan evaluasi pelatihnya. Masalahnya ada di pelatih,” tambahnya.

Memiliki Venue Berstandar Internasional

Dengan adanya venue-venue berstandar internasional peninggalan PON XX dan Peparnas XVI, pihaknya berharap akan muncul atlet-atlet lokal potensial.

“Mudah-mudahan ke depannya kita juga akan mengurangi akselerasi atau atlet kontrak, selama ini kita kesulitan mendapatkan atlet renang karena kita tidak punya kolam. Kita akan persiapkan pembinaan di sana. Hampir 48 medali emas PON diperebutkan di olahraga renang. Kita punya sport science, jadi kalau bicara soal itu kita kan harus mengikuti tren, dan kita melakukan analisis atau namanya tim forensik untuk membedah atlet mana saja yang potensial untuk mendapatkan medali emas,” pungkasnya.

Baca Juga: Bupati Manokwari Resmi Membuka Turnamen Futsal Puma Cup III

Sementara itu, salah satu cabor yang mengejutkan pada PON XX yakni renang. KONI Papua mendapatkan satu medali emas, empat perak dan satu perunggu dari olahraga renang.

Sekretaris Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Papua, Prof. Saharudin Ita mengatakan dengan pencapaian tersebut pembinaan olahraga renang di Papua bisa berjalan. Apalagi saat ini sudah terdapat venue internasional Akuatik di Kampung Harapan Sentani, Kabupaten Jayapura.

Hal tersebut menurutnya agar prestasi bisa kembali diraih pada perhelatan PON XXI berikutnya di Aceh – Sumatera Utara.

“Kalau kita dulunya itu beralasan kita tidak punya fasilitas yang standar, sekarang dengan adanya venue akuatik itu kan sudah harus bisa mencetak atlet sendiri. Oleh karena itu kita berharap dengan selesainya PON XX ini kita tidak boleh terlalu bereuforia tetapi kita sudah harus menjalankan pembinaan mulai dari sekarang,” kata Saharudin.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini Papua harus mulai bergerak melakukan pembinaan dari sekarang. Hal ini untuk bisa mengejar target pada event-event berikutnya.

“Karena perlu diingat bahwa tidak sama dengan saat kita menjadi tuan rumah sendiri. Karena kita menjadi tamu harus melalui babak kualifikasi, itu pun kalau lolos apakah kita bisa mendapatkan medali. Itu sebabnya sudah harus ada pembinaan mulai sekarang ini,” sambungnya.