Sekda Papua Tegaskan Akan Tetap Melaksanakan Tugasnya
beritapapua.id - Sekda Papua, Yulian Flassy (dok. Pemprov Papua)

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, Dance Yulian Flassy menegaskan, ia akan tetap menjalankan tugas sebagai Pelaksana Harian Gubernur Papua. Hal itu Flassy katakan saat menanggapi aksi penolakan sekelompok warga yang menyatakan diri sebagai pendukung Gubernur Papua, Lukas Enembe pada Jumat (25/6/2021).

Flassy menyatakan ia tetap akan menjalankan perintah negara untuk bertugas sebagai Pelaksana Harian Gubernur Papua. Penunjukan itu disampaikan melalui radiogram Kemendagri nomor T.121.91/4124/OTDA yang ditandatangani Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Akmal Malik pada Kamis (24/6/2021).

“Saya akan tetap jalan sesuai dengan perintah negara,” kata Flassy melalui panggilan telepon, Jumat.

Terkait dengan radiogram penunjukannya tersebut, Flassy menyarankan masyarakat untuk menanyakan hal itu kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian atau Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Akmal Malik.

“Silahkan tanyakan langsung ke pusat, sebab hal-hal seperti ini tidak hanya terjadi di Papua saja,” ujarnya.

Warga Lakukan Aksi Penyegalan Kantor Gubernur Papua

Pada Jumat kemarin ruangan kerja Dance Yulian Flassy di Kantor Gubernur Papua di Jalan Soa Siu, Dok II, Kota Jayapura, tersegel oleh kayu palang dan rantai. Hal ini adalah aksi protes dari sekelompok warga kepada Flassy terkait penunjukannya sebagai Pelaksana Harian Gubernur Papua. Warga yang tiba langsung mencari ruang kerja Dance Y Flassy, dan memasang kayu serta rantai untuk menyegel pintu ruangan itu.

Aksi sekelompok warga itu membuat aktivitas kerja staf Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Papua terhenti. Selain itu warga yang datang juga mengusir semua staff yang ada untuk keluar dari ruang kerja mereka. Dan karena kejadian tersebut membuat rapat daring pembahasan Pasific Expo II dengan Duta Besar RI untuk Selandia Baru di Wellington menjadi tertunda.

Baca Juga : Sub PB PON Kota Jayapura Siap Sambut PON XX

Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Provinsi Papua akhirnya mencopot kayu palang dan menggergaji rantai pintu ruang kerja Flassy. Dan terlihat Sekitar pukul 13.00 WP, ruang kerja tersebut sudah tidak ada lagi kayu palang maupun rantai penghalang.

Sebelumnya, pada Kamis, Gubernur Papua, Lukas Enembe telah bersurat kepada Presiden Joko Widodo. Dalam suratnya itu, Enembe meminta Jokowi membatalkan penunjukan Flassy sebagai Pelaksana Harian Gubernur Papua, dan meminta Jokowi memberhentikan Flassy dari jabatan Sekretaris Daerah Provinsi Papua.

Flassy tidak memberikan tanggapan atas surat Lukas Enembe itu. Flassy menegaskan, sejak ia ditugaskan di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, ia tidak memiliki niat jelek sedikitpun.

“Intinya, saya hanya ingin membantu Pak Gubernur Lukas Enembe, agar penyelengaraan pemerintah tetap jalan,” kata Flassy.