Daratan Papua
Sekilas Geografi Alami Daratan Papua

Sekilas Geografi Alami Daratan Papua – Papua merupakan pulau paling timur dan terluas di wilayah Indonesia dengan gunung-gunung dan hutan yang masih sangat lebat menutupi hampir seluruh daratannya. Hal ini menjadikan Papua sebagai surga bagi berbagai macam flora dan fauna yang ada.

Masyarakat Papua juga dikenal sangat dekat dan hidup berdampingan dengan alam. Bentang alam Papua sangat beragam, berikut beberapa wilayah dan gambaran medan serta endemik yang bisa kita temukan dan pelajari di wilayah tersebut, yaitu wilayah Kep. Raja Ampat dan pulau kecil di sekitarnya merupakan wilayah bergunung-gunung yang terjal dan tertutup oleh batuan kapur yang masih muda, masing-masing terpisah oleh selat-selat yang agak dangkal. Di wilayah ini Papua memiliki dua spesies endemik, yaitu Cendrawasih Merah, dan Cendrawasih Botak.

Kemudian, Kep. Salawati dan Misool terletak di dasar dangkal yang menempel penuh ke tepi bagian barat Lempeng Australia. Daerah Misool termasuk rendah, tetapi terjal dan tertutup batuan kapur karst. Jalinan pulau kecil dengan batuan karst tinggi yang sempit paralel membentang ke arah timur dari pesisir timur Misool.

Baca Juga: Tari Magasa Suku Arfak

Endemik di Daratan Papua

Memasuki daratan kepulauan besar Papua, pada bagian Kepala Burung merupakan subunit biologi Papua yang sangat istimewa, dengan beragam jenis burung endemik di sana. Walaupun banyak di antaranya menyebar ke puncak-puncak tertinggi di pegunungan di daerah Leher Burung di dekatnya. Jenis endemik di Kepala Burung mencakup Astrapia arfak dan Bondol arfak. Setelah itu bergeser ke bagian Leher Burung adalah subunit fisiografis yang paling kompleks di Papua dan merupakan satu-satunya tempat di Papua. Subunit fisiografis di Papua tersebut merupakan teluk dalam yang sempit.

Endemik regional mendiami  pasangan subunit ini, misalnya, Mandar-gunung garis-putih dan Namdur polos. Selanjutnya, dataran rendah barat daya, merupakan hasil subduksi tepi bagian utara Lempeng Australia di bawah Lempeng Pasifik. Jenis endemiknya ada dua: Nuriara salvadori dan Cikukua mamberano. wilayah berikutnya yaitu, jajaran  pegunungan  tengah dibagi dalam dua unit, yang dipisahkan oleh Lembah Baliem dari barat laut­tenggara dan membentuk pembatas fisik antara puncak-puncak tertinggi di bagian barat dengan yang ada di timur.

Dari beberapa uraian bagian wilayah dan jenis endemik yang bisa kita temukan, Papua merupakan kekayaan alam yang tidak bisa dibantah. Di tengah pusaran kemajuan teknologi dan zaman, Papua dengan segala kearifannya menjadi surga yang selayaknya dijaga sebaik mungkin. Terlebih masyarakat mampu untuk hidup berdampingan dan menjaga alam mereka dengan berkesinambungan. Mewariskan kekayaan tersebut untuk generasi mendatang.