Sekitar 50 Persen Guru di Papua Telah Menerima Vaksinasi
beritapapua.id - Guru Ekonomi SMA YPPK Teruna Bakti , Yuli menerima vaksin Covid-19 di aula sekolah (foto : jubi)

Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Papua menyatakan ada 22 ribu guru di Papua, dan baru sekitar 50 persen yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Hal ini juga seperti yang disampaikan Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Papua, Christian Sohilait pada, Sabtu (05/06/2021).

Menurut laporan yang Sohilait terima ia mengatakan bahwa perkiraan cakupan vaksinasi bagi guru yang baru mencapai 50 persen dari laporan sementara Dinas Pendidikan kabupaten/kota di Papua.

Sohilait menyatakan pihaknya masih menunggu data resmi Dinas Kesehatan Papua terkait cakupan vaksinasi COVID-19 bagi guru di sana. Ia juga tengah berupaya mendapatkan pemutahiran data Dinas Pendidikan kabupaten/kota tentang cakupan vaksinasi COVID-19 bagi guru.

Sohilait meminta bantuan Dinas Pendidikan kabupaten/kota untuk segera melaporkan data tersebut.

“Tapi yang jelas, data yang ada di kami, sudah lebih dari setengahlah. Kami tunggu data terbaru. Itu masalahnya, kita tidak bisa buang data sembarang, karena harus satu pintu. Semua data dari Satuan Tugas COVID-19,” ujar Sohilait.

Para Guru Antusias Menjalani Vaksinasi

Ia menyatakan salah satu daerah dengan cakupan vaksinasi COVID-19 bagi guru yang bagus adalah Kabupaten Merauke. Para guru di Merauke antusias menjalani vaksinasi COVID-19, sehingga Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Merauke turut menyelenggarakan vaksinasi COVID-19 secara massal bagi anggotanya.

Sohilait juga mengatakan kegiatan belajar mengajar secara bertatap muka di Papua sendieri rencananya akan mulai pada awal Juli 2021. Namun ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut akan bisa teralisasikan jika memang semua guru di Papua sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Baca Juga : PLN Luncurkan Layanan Internet Cepat Mulai Dari Rp 185.000 Unlimited!

“Jadi kami perkirakan guru yang telah divaksin di Papua sudah ada 50 persen. Vaksinasi terhadap guru itu wajib. Kalau tidak, sekolah tidak boleh buka,” ujarnya.

Selain itu, Kepala SMA Negeri 1 Jayapura, Musa Msiren juga mengatakan sekolahnya siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara bertatap muka jika sudah ada izin dari DPPAD Papua dan Dinas Pendidikan Kota Jayapura.

“Kita semua siap, dengan memperhatikan protokol kesehatan. Itu menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Akan tetapi, Msiren meminta pemerintah daerah secara ketat mengontrol sekolah dengan jumlah murid yang banyak. Dan ia juga minta agar pemerintah daerah menyediaan masker dan hand sanitizer untuk tiap-tiap sekolah. Hal juga untuk tidak membenani anggaran belanja sekolah selama pandemi seperti saat ini.

“Karena sekolah tidak mampu mengatasi hal-hal begini kalau kita tatap muka. Kalau kita bicara transportasi, mungkin Dinas Perhubungan Provinsi Papua siapkan angkutan sehingga anak nyaman dari rumah sampai ke sekolah, dengan rute-rute yang sudah ditentukan,” ujarnya.