Sekolah di Nabire Akan Lakukan Pembelajaran Secara Tatap Muka
beritapapua.id - Kepala Dinas Pendidikan Nabire, Papua, Yulianus Pasang di ruang kerjanya (foto : jubi)

Sekolah-sekolah yang ada di wilayah Nabire segera melakukan kegiatan belajar mengajar tatap (luring) muka mulai tahun ajaran baru nanti. Terkait dengan proses belajar mengajar tatap muka ini Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Nabire, Papua, yaitu Yulianus Pasang juga telah mengkonfirmasi hal tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa tatap muka pada tahun ajaran baru itu harus dapat berjalan sebanyak 50 persen.

“Tatap muka sudah harus berjalan 50 persen di tahun ajaran baru. Walaupun sebenarnya kita di Nabire sudah laksanakan sejak beberapa bulan terakhir,” ujar Pasang pada, Rabu (09/06/2021).

Ia juga menuturkan bahwa Nabire tidak bisa mengikuti petunjuk dari pusat untuk bisa melakukan sekolah secara daring. Karena ia menilai bahwa pada dasarnya Nabire masih terkendala jaringan dan semua anak memiliki handphone untuk mendukung berjalannya proses sekolah secara daring.

Dalam hal ini pelaksanaan proses belajar mengajar secara luring sangat penting agar anak-anak Nabire tetap bisa mendapatkan mutu pendidikan yang baik. Menurutnya, berdasarkan petunjuk Kementerian bahwa luring berlaku 20 persen, dan hal itu tidak ada masalah. Ia sesumbar, jika Nabire bisa melaksanakan hingga 50 persen.

“Kalau mereka di luar Papua mungkin bisa daring terus. tapi di Papua khususnya kita di Nabire belum tentu,” tuturnya.

Sekolah Harus Memperketat Protokol Kesehatan

Untuk itu, Pasang menginstruksikan kepada seluruh sekolah untuk bersiap diri. Dan sekolah harus melakukan dan memperketat protokol kesehatan sebelum aktivitas proses belajar mengajar tatap muka mulai.

Selain itu juga, selama proses belajar mengajar tatap muka ini juga mengharuskan siswa menggunakan masker, menjaga jarak, dan tidak bersalaman.

Baca Juga : Pembelajaran Buta Aksara di Jayapura Akan Segera Dilakukan

“Termasuk kantin sekolah tidak dibuka. Maka orang tua harus menyiapkan bekal anak, lalu air minum dan bekalnya tidak boleh dibagikan dengan temannya,” harap Pasang.

Hal ini juga mendapat respon dari para orang tua siswa yang ada di Nabire. Para orang tua tidak mempermasalahkan jika kegiatan belajar mengajar secara tatap muka berjalan. Namun para orang tua berpesan agar sekolah mendisiplin anak-anaknya agar bisa menjaga prokes.