Sekolah Madrasah di Jayapura Belum Lakukan Belajar Tatap Muka
beritapapua.id - Kepala Kementerian Agama Kota Jayapura, Abdul Hafid Jusuf (foto : jubi)

Sekolah Madrasah Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura masih belum memberlakukan belajar tatap muka (BTM). Kepala Kementerian Agama Kota Jayapura, Provinsi Papua, Abdul Hafid Jusuf juga telah mengkonfirmasi hal tersebut. Ia mengatakan pihaknya belum akan memberlakukan BTM untuk sekolah madrasah karena masih menunggu keputusan dari Pemkot Jayapura.

“Belum (sekolah tatap muka). Kami masih menunggu instruksi dari wali kota. Kalau sudah (ada instruksi, barulah kami berlakukan, namun dengan tetap mengikuti protokol kesehatan,” ujar Jusuf.

Ia juga menuturkan sebenarnya sekolah madrasah serta pondok pesantren di ibukota Provinsi Papua itu, sudah siap memberlakukan belajar tatap muka. Dan pihaknya juga telah menyiapkan terkait infrastruktur sarana dan prasarana protokol kesehatan. Hal ini agar tetap bisa menjaga protokol kesehatan apabila memang belajar tatap muka sudah terlaksana.

Selain itu, vaksinasi guru juga sudah pihaknya persiapkan sehingga nantinya belajar tatap muka bisa berlangsung dengan aman.

“Kalau guru di sekolah madrasah semuanya sudah divaksin. Jumlah sekolah madrasah ada 25 (MA, MTs, MI). Jumlah guru kurang lebih ada 1.000 orang,” ujar Jusuf.

Jusuf juga berpendapat, kegiatan belajar dilaksanakan pada saat BTM tidak mudah dilakukan, terutama menciptakan kondisi yang tetap membuat anak didik merasa nyaman belajar dan mengantisipasi timbulnya klaster baru setelah BTM dilaksanakan.

Proses Belajar Tatap Muka Terlaksana Jika Sudah Ada Kesepakatan Bersama

Sementara itu, Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengatakan belajar tatap muka di sekolah bisa terlaksana jika sudah ada kesepakatan dari kepala sekolah, guru, dan komite sekolah.

“Kalau salah satunya ada yang tidak setuju maka tidak bisa dilaksanakan belajar tatap muka. Saya minta Dinas Pendidikan sudah harus mempersiapkan sehingga bisa terealisasi karena banyak orangtua dan peserta didik yang rindu belajar di sekolah,” ujar Tomi Mano.

Baca Juga : 20 Ribu Honorer Papua Akan diangkat Menjadi ASN

Tomi Mano berharap kesiapan sekolah, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan di ibukota Provinsi Papua tersebut. Agar pelaksanaan belajar tatap muka tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19 baru. Untuk itu pemberian vaksinasi sangat penting nantinya agar bisa menutup kemungkinan penyebaran Covid-19.

“Saya ingin semua warga saya sehat dan tidak tertular Covid-19. Mari tetap mematuhi protokol kesehatan, dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun agar tidak tertular Covid-19,” kata Wali Kota Tomi Mano.