Sekolah Tatap Muka di Mimika Akan Segera Dilakukan
Kepala Dinas Pendidikan Mimika Jenny O Usmani

Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua pada Senin (22/3) akan mulai mengizinkan sekolah secara tatap muka di Kota Timika dan sekitarnya yang selama ini menjadi zona merah penularan Covid-19. Namun kapasitas ruang kelas masih terbatas, yakni 50 persen dan terbagi menjadi 3 kelompok.

Kepala SMPN 2 Timika Mathius Sedan mengatakan proses belajar-mengajar tatap muka sesuai dengan rancangan dan arahan dari Dinas Pendidikan. Pihaknya telah menyiapkan protokol kesehatan, dari cek suhu, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak, serta satu meja hanya untuk satu siswa.

“Sesuai anjuran dari dinas proses belajar mengajar tatap muka sementara hanya untuk kelas 9. Dan terbagi menjadi 3 kelompok, masuk jam 8 tanpa istirahat pulang jam 10,” Kata Mathius, Senin (22/3/2021).

Tiga kelompok yang ia sebut ialah siswa bisa mulai sekolah di Senin, Rabu, dan Jumat. Mathius menambahkan, pihak sekolah telah memberikan pengertian kepada orang tua siswa terkait proses belajar-mengajar tatap muka.

Pihak sekolah memberikan pilihan bagi orang tua siswa yang tidak menginginkan anaknya sekolah tatap muka. Maka dari itu, keputusan tetap di tangan orang tua siswa.

Mathius Sedan juga mengatakan bahwa SMP Negeri 2 memiliki 54 guru dan belum semuanya melakukan vaksinasi.

Jalannya proses belajar-mengajar tatap muka ini akan terpantau langsung oleh tim COVID. Sementara pelajaran yang diajarkan hanya mata pelajaran PPKN, IPS, Matematika, bahasa Inggris, dan IPA.

Sekolah Tatap Muka Akan Tetap Menerapkan Prokes

Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua menerangkan, penyelenggaraan sekolah tatap muka tersebut akan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Kepala Dinas Pendidikan Mimika Jenny O Usmani di Timika mengatakan para kepala sekolah SD dan SMP di Mimika dalam pertemuan yang berlangsung di SMP Negeri 2 Mimika telah membahas penyelenggaran sekolah tatap muka ini. Sedangkan untuk kelas XII SMA menjadi kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Papua untuk mengaturnya.

Baca Juga : PSSI Melarang Pemain Profesional Ikut di PON XX

Jenny juga mengatakan bahwa penyelenggaraan sekolah tatap muka ini untuk sementara hanya mengkhususkan kepada siwa kelas VI SD dan IX SMP yang memasukin ujian akhir.

Dengan syaratnya yaitu dalam satu kelas hanya boleh terisi 50 persen siswa saja dengan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Ia menyebutkan penyelenggaraan sekolah tatap muka menyesuaikan SKB Mendikbud, Menkes, Menag, dan Mendagri tanggal 20 November 2020 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi COVID-19.

Meski begitu siswa yang bisa mengikuti dalam pembelajaran tatap muka itu wajib mendapatkan persetujuan dari orang tua.

“Orang tua yang setuju mengikutkan anaknya untuk mengambil metode belajar tatap muka akan membuat surat pernyataan. Agar orang tua juga punya tanggung jawab untuk mengantar-jemput anaknya ke sekolah sehingga anak-anak tidak berkeliaran di sekolah,” kata Jenny.

Adapun bagi orang tua yang tidak setuju dengan metode pembelajaran tatap muka boleh memilih metode belajar daring atau online.

Beberapa kesepakatan yang hasil pertemuan para kepala sekolah SD-SMP se-Mimika ialah siswa yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka wajib mencuci tangan sebelum masuk kelas, mengikuti pemeriksaan suhu tubuh, wajib menggunakan masker, siswa yang hadir dalam kelas hanya 50 persen, serta selama pembelajaran berlangsung tidak boleh ada kontak fisik antarsiswa ataupun siswa dengan guru.

Selanjutnya, dalam sehari hanya akan ada dua mata pelajaran tanpa waktu istirahat dengan durasi waktu selama dua jam. Pihak sekolah juga diminta untuk mengatur jarak duduk antarsiswa.