Selamat Hari Musik Nasional, 9 Maret
Selamat Hari Musik Nasional, 9 Maret. Sumber: Ilustrasi Google

Selamat Hari Musik Nasional, 9 Maret – Musik sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia, dimana ia hadir hampir di seluruh keseharian kita. Musik adalah hiburan, yang bisa menjadi kanal penyemangat seseorang, pun bisa mengalun mendayu membuat sedih. Musik adalah seni yang bisa melantunkan apa yang dipikirkan oleh manusia, yang tak mampu dituturkan secara gamblang.

Menurut Susanne Langer, seorang filsuf yang berasal dari Amerika Serikat, yang banyak melakukan riset mengenai pengaruh seni rupa pada pikiran, musik merupakan representasi dinamis dari emosi kehidupan manusia. Ada musik yang bisa berdampak kebahagiaan, juga kesedihan. (Susanne Langer’s (1951 notion of music as expressive of the forms of feeling).

Menurut Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), pada acara “Tadabburan bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng, pada (3/6/2016) unsur dari musik itu hadir dari bunyi, nada dan irama yang melengkapi kehidupan manusia. Begitu efektifnya musik dalam memainkan psikologi orang yang mendengarkannya, musik tak hanya diciptakan sebagai hiburan, maupun pelengkap dari sebuah acara.

Musik Sebagai Alat Propaganda

Musik Sebagai Alat Propaganda
Musik Sebagai Alat Propaganda

Baca juga: Revolusi Kelistrikan Nasional 75 Tahun PLN Menerangi Indonesia

Dengan dampak musik yang begitu hebatnya pada pikiran manusia, pada zaman perang dunia kedua, musik kerap dipergunakan sebagai alat propaganda, dan juga sebagai media untuk membangkitkan semangat perjuangan. Oleh karena itu, lazim pada kalanya, musik mars diciptakan dengan kalimat dan irama yang menghentak dan penuh semangat.

Ini menjadi ciri khas musisi pada zaman kemerdekaan kita

dulu. Dan di sinilah letak kejeniusan Wage Rudolf Soepratman, dalam menciptakan lagu kebangsaan kita “Indonesia Raya”. Soepratman, yang kala itu berprofesi sebagai wartawan dan pemain musik, menciptakan Indonesia Raya dalam tiga stanza (larik atau bait). Inspirasi ini hadir dalam lagu gubahannya sebagai media yang diharapkan mampu membangkitkan semangat rakyat Indonesia.

Lirik yang diciptakan dengan begitu emosionalnya, merupakan seruan bagi rakyat, akan semangat Satu Indonesia. Kala itu, pada saat pemerintahan Hindia Belanda, Indonesia dibagi dalam beberapa koloni. Lagu ini hadir sebagai pengingat bagi rakyat akan bangsa yang merdeka, yang menjadi pijakan rakyat berdiri, yang diperjuangkan dengan darah.

Soepratman kemudian memainkan lagu ini pada Kongres Pemuda Kedua, pada 28 Oktober 1928. Dengan gesekan biolanya, ia mengiringi paduan suara untuk mengumandangkan lagu ini. Tak butuh waktu lama, bagi Indonesia Raya untuk menjadi populer, karena dikomersialisasikan pula seharga 20 sen per piringan hitamnya.

Soepratman Berhasil Membangkitkan Semangat Rakyat

Baca juga: Penting Ketahui Fungsi Vitamin A dan Asal-usulnya

Keberhasilan Soepratman dengan lagu Indonesia Raya bukan hanya perihal populernya lagu ini. Dampak emosional yang diharapkan hadir dari setiap pemuda Indonesia yang mendengar lagu ini berhasil. Soepratman berhasil membangkitkan rasa nasionalisme pemuda-pemudi Indonesia, hingga Hindia Belanda pun melarang lagu ini dikumandangkan di mana-mana.

Pada tanggal 17 Agustus 1945, lagu ini kemudian dikumandangkan pada saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Satu stanza pertama dipilih untuk mengiringi naiknya Bendera Indonesia dengan penuh kekhidmatan. Dari sinilah, lagu Indonesia Raya resmi menjadi lagu kebangsaan yang wajib dikumandangkan pada setiap upacara bendera.

9 Maret, Diperingati Sebagai Hari Musik Nasional

Begitu inspiratifnya lirik dan gubahan musik yang diciptakan oleh Soepratman, maka atas inisiatif beberapa organisasi musik dan seni, diusulkan agar tanggal kelahiran Soepratman ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional.

Pada tahun 2013, melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono resmi menetapkan tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional. Tanggal ini bertepatan dengan hari lahirnya Soepratman. Dengan semangat Soepratman, diharapkan hari ini, bisa menjadi harapan dan inspirasi yang menjiwai para musisi untuk menyampaikan pesan bagi masyarakat.

Hari Musik Nasional juga diperingati sebagai apresiasi kepada para insan musik Indonesia, bisa terus berkreasi melalui musik dengan terus mengenalkan warisan musik Indonesia yang beragam ini.