Selamat Jalan Pejuang Kemanusiaan! Lawamena, Bung Glenn!
beritapapua.id - Selamat Jalan Pejuang Kemanusiaan! Lawamena, Bung Glenn! - Istimewa

Glenn Fredly Deviano Latuihamallo, akrab dan dikenal dengan Glenn Freddly, kemarin sore, Rabu 08/04/2020 menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Setia Mitra, Cilandak, Jakarta Selatan.

Seperti petir di siang hari, kabar tersebut menghenyakkan sebagian masyarakat Indonesia, ketika kabar duka bergulir di media-media, susul menyusul dengan berbagai ungkapan bela sungkawa.

Bagi sebagian orang, tumbuh bersama lagu-lagu Glenn Fredly merupakan sebuah keistimewaan. Penyanyi tanah air ini mampu menciptakan romansa dalam setiap lagunya, yang bisa disesuaikan dengan suasana insan yang ingin merasakan manis getirnya cinta.

Ya, Glenn Fredly adalah seorang maestro dalam menciptkan lirik-lirik cinta. Ungkap lirih perasaan yang tak mampu kita rangkai, bisa menjadi harmonisasi kata, nada dan irama yang begitu indah. Patah hati bisa menjadi begitu cantik untuk dinyanyikan orang yang sedang jatuh cinta.

Baca Juga: Panglima TNI Berikan Bantuan ke Rumah Sakit dan Dinkes

Lawamena Haulala, Hiti-Hiti Hala-Hala, Bung Glenn

Glenn bukan hanya dikenal sebagai seorang musisi dan pencipta lagu saja. Bagi sebagian orang, sosoknya adalah pejuang kemanusiaan dan alam yang selalu aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

Derap langkah Glenn Fredly sebagai pejuang toleransi pun tak kalah moncer dari lampu panggung yang mengiringi setiap pertunjukkan musik yang ia gelar. Glenn kerap menghadiri dan mengisi acara-acara yang dihelat Nahdlatul Ulama dan mengikuti tausyiah Quraish Shihab. Ini merupakan panggungnya untuk menyalakan kembali bara toleransi yang sudah hampir hilang di Indonesia.

Sebagai Pemuda Maluku, Glenn Fredly merasakan pedih yang sama ketika perang saudara berkecamuk merobek rasa persaudaraan di Maluku, silam. Kebinekaan yang luluh lantak akibat syahwat politik segelintir elit, terasa perih bagi anak-anak Maluku yang dipaksa untuk membenci.

Di Tahun 2014, Glenn Fredly bersama  Angga Dwimas Sasongko merilis film yang berjudul ‘Cahaya Dari Timur – Beta Maluku’. Proyek ambisius Glenn untuk menyatukan kembali anak-anak Maluku yang telah terdikotomi akibat kecamuk perang saudara yang berkepanjangan,  melalui film ini ternyata menuai hasil manis.

Meskipun kerusuhan Ambon telah usai lama, namun rasa itu masih membekas meskipun guratannya tak lagi jelas. Bagi anak-anak Maluku di rantau yang menimba ilmu maupun mencari makan, film ‘Cahaya Dari Timur’ ini begitu indah dan akan selalu dikenang.

Tidak lagi membedakan suku, bioskop penuh terisi oleh anak anak Maluku. Haru biru diukir Glenn di setiap hati mereka yang  menonton, yang pernah merasakan sakit yang sama, kini mereka merasakan menjadi suku yang utuh, yakni Maluku.

Sentimen itu dibiaskan oleh Glenn. Senyum bangga sebagai Maluku seutuhnya, bukan Jailolo, bukan Islam, bukan Kristen, bukan Pelau, bukan Kei, tapi Maluku. Gemuruh bangga disertai tempik sorai yang lantang saling menyahut “Beta Maluku” seakan terdengar sebagai ketukan dan irama tifa totobuang yang sangat indah mengalun. Glenn berhasil merajut kebangsaan, merajut negeri, merajut kembali Alifuru.

Foto: instagram @glennfredly309
Foto: instagram @glennfredly309

Konser Kemanusiaan untuk Papua dan Papua Barat

Bukan hanya bagi orang Maluku, perhatian Glenn untuk Indonesia Timur selalu penuh totalitas. Beberapa kali mengadakan konser kemanusiaan untuk Papua dan Papua Barat, Sosoknya telah mendapatkan tempat di hati Papua.

“Papuaaa. Tibalah waktunya aku bersuara untuk saudaraku, suara pembebasan, tangisan kan berakhir, harapan kan terbit” menjadi secercah harapan bagi mereka yang mendengarkan, sejumput gula bagi hati yang mulai hambar karena keadaan.

Glenn selalu aktif memperjuangkan isu kemanusiaan terutama masalah Tahanan Politik dari Maluku dan Papua, yang kurang mendapat perhatian dari media mainstream, atau luput akibat keengganan kita yang memilih menolak melihat ke timur.

“Tolong hentikan pendekatan militeristik serta bebaskan para tahanan politik seperti yang bapak inginkan dan juga yang pernah bapak sudah lakukan sebelumnya membebaskan para tahanan politik Maluku maupun Papua” ujarnya kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo, di laman instagramnya.

Selamat jalan Bung Glenn Latuihamallo, lawamena haulala, hiti-hiti hala-hala! Kepergianmu akan menjadi bara semangat pada perjuangan Indonesia untuk meneruskan apa yang telah kita capai bersama. Requiescat in pace.