Senyum Orang Tua
Senyum Orang Tua adalah Ridha Allah

Senyum Orang Tua adalah Ridha Allah – Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata kalimat ‘berbakti kepada orang tua’? Kalimat tersebut memiliki makna yang begitu dalam bagi umat muslim. Bayangkan, dalam surat An Nisa ayat 36, Allah bahkan menggandengkan ajaran tauhid dengan berbakti kepada orang tua.

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak.” (QS. An Nisa’: 36)

Ini membuktikan betapa pentingnya kedudukan berbakti kepada orang tua dalam ajaran Islam. Anjuran serupa juga muncul dalam surat Al An’am ayat 151. Allah ta’ala berfirman,

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa.” (QS. Al An’am: 151)

Ini yang mendasari sebuah ungkapan bahwa ridha orang tua adalah ridha Allah. Namun, masih banyak pihak yang bertanya, mengapa posisi berbakti kepada orang tua begitu besar?

Dakwah Pada Orang Tua: Bentuk Bakti yang Jarang Diketahui

Baca juga: Tips Menghilangkan Malas ala Nabi Beserta Doanya

Salah satu jawabannya terletak pada surat Al Ahqaaf ayat 15. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗحَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْن

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim.” (QS. Al Ahqaaf: 15)

Tentu, pertanyaan selanjutnya, perkara apa yang termasuk dalam berbakti kepada orang tua? Syaikh As Sa’di menyebut terdapat 3 syarat sebuah perbuatan tergolong sebagai perilaku berbakti kepada orang tua.

Senyum Orang Tua, Berikut 3 Perilaku Berbakti Kepada Orang Tua

Pertama, perbuatan tersebut mengandung niat untuk mencari ridha orang tua. Bentuk konkretnya adalah mengedepankan keperluan dan keinginan orang tua di atas keinginan pribadi.

Kedua, menaati perintah dan anjuran orang tua.

Ketiga, berupaya menyenangkan mereka. Hal ini bisa dalam bentuk memerhatikan mereka, memberikan apa yang mereka suka, atau sekadar mengajaknya berbicara.

Namun ketiga syarat tersebut tergantung ada satu kondisi, yakni harus dalam koridor syariat. Artinya, apabila permintaan orang tua bertentangan dengan syariat maka tidak mengapa menolak permintaan tersebut.

Ketika orang tua memiliki perangai yang bertentangan dengan syariat, maka tugas anak untuk memberikan pengetahuan soal hal tersebut. Hal ini termasuk bentuk bakti orang tua yang jarang orang mengetahui.