Serangan Teroris di Sigi Sulawesi Tengah
Beritapapua.id - Serangan Teroris di Sigi Sulawesi Tengah - Suara

Serangan Teroris di Sigi Sulawesi Tengah – Terjadi serangan teroris di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada Sabtu 28 November 2020. Serangan tersebut memakan korban jiwa sebanyak 4 orang yang merupakan satu keluarga. Keempat orang itu adalah anggota jemaat Pos Pelayanan Gereja Bala Keselamatan. Selain itu, enam unit rumah warga pun dibakar oleh kelompok teroris tersebut.

Berdasarkan keterangan Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Abdul Rakhman Baso , jumlah teroris tersebut sebanyak 8 orang. Mereka terafiliasi dengan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

“Jam sembilan, masyarakat yang berada di SP (Satuan Pemukiman) itu transmigran, didatangi kelompok MIT,” kata Abdul Rakhman, Sabtu (28/11), seperti yang dikutip dari VOA.

Abdul Rakhaman juga menegaskan bahwa tidak ada gereja yang menjadi obyek serangan oleh kelompok teroris tersebut.

“Teroris MIT itu kemudian melakukan penganiayaan dan pembunuhan terhadap empat warga di sana, dilanjutkan dengan membakar enam unit rumah warga. Jadi tidak ada gereja ya,” tegasnya.

“Yang ada itu rumah keluarga yang dijadikan tempat layanan umat, jadi bukan gereja, enggak ada gereja. Ini saya luruskan dulu,” tambah Abdul Rahman.

 Baca Juga: Disdik Papua: 80 Persen SMA-SMK-SLB Dibuka Tahun 2021

Polisi Melakukan Pengejaran dan Pengamanan

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku teroris. Selain itu, polisi juga melakukan pengamanan di daerah pemukiman masyarakat.

Akibat serangan tersebut, sebanyak 150 keluarga mengungsi ke desa Lembatangtoa yang berjarak sekitar 4 kilometer dari lokasi kejadian. Pihak kepolisian bersama dengan pemerintah desa setempat pun turut memberikan bantuan kepada warga yang mengungsi.

Abdul Rakhman pun mengimbau warga di Kabupaten Sigi tetap tenang dan beraktvitas seperti biasa. Dia memastikan pihaknya akan memberikan pengamanan kepada warga masyarakat.

“Kemudian saya berharap jangan terprovokasi, seperti di media itukan mengatakan bahwa gereja dibakar, itu tidak benar. Dan ini murni adalah tindakan biadab dari kelompok teroris MIT,” jelasnya.

Pihak-pihak keagamaan pun turut mengomentari peristiwa naas tersebut. Seperti Pimpinan Pusat Gereja Bala yang meminta jemaatnya tetap tenang serta waspada. Mereka juga meminta masyarakat untuk tidak menyebar informasi atau gambar yang tidak benar yang bisa menimbulkan keresahan.

Senada dengan pihak gereja, ormas Islam Sulawesi Tengah PB Alkhairaat juga mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi atas kejadian tersebut.