Sering Disepelekan, Pendidikan Karakter Itu Penting Sedari Kecil
beritapapua.id - Ilustrasi pendidikan anak usia dini. (Foto: Istimewa)

Pendidikan karakter sering sekali dianggap sebagai hal sepele dan tidak diperhatikan. Padahal, pendidikan karakter merupakan salah satu aspek yang penting dan harus diajarkan sejak kecil. Hal tersebut dilakukan agar anak dapat mengetahui dan bertinak berdasarkan norma-norma serta memiliki karakter yang kuat.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Kamus Umum Bahasa Indonesia Karakter merupakan watak atau tabiat, sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku yang membedakan seseorang dari yang lainnya.

Menurut seorang Pisikologi asal Amerika, Carol Dweck, untuk merubah karakter seseorang itu sangatlah sulit, membutuhkan niat dan usaha yang besar untuk merubah kepribadian seseorang. Niat dan usaha tersebut tentunya berasal dari diri orang itu sendiri, bukan dari orang lain. Orang di sekitar hanya berperan sebagai pendukung. Karena itu pendidikan karakter memang perlu diajarkan sejak kecil, karena akan sulit dibentuk saat telah tewasa.

Pendidikan karakter ini berfungsi untuk mengembangkan pribadi anak sehingga memiliki perilaku yang baik, mengajarkan anak tentang hal yang baik dan buruk, serta membantu anak dalam menyaring hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai yang berlaku.

Cara Mendidik Karakter Anak

Dilansir dari website id.theasianparent.com, ada 10 tips yang bisa membantu pembentukan karakter anak agar menjadi pribadi yang baik, kuat dan percaya diri. Apa saja?

1. Jauhi Label

Pemberian label kepada anak merupakan salah satu hal yang paling sering dilakukan oleh orangtua secara sadar ataupun tanpa disadari. Pemberian label tersebut mampu membuat anak mempercayai bahwa dia memang seperti itu. Misalnya saja orangtua yang sering melabel dan memanggil anaknya dengan sebutan “jelek”, maka secara tidak langsung anak akan percaya bahwa dirinya memang jelek dan bisa berdampak pada kepercayaan dirinya.

2. Membiarkan Anak Bermain

Usia anak memang merupakan usia terbaik untuk mereka bermain, sehingga sebaiknya orangtua tidak melarang anaknya untuk bermain. Jika orangtua melarang anak bermain karena suatu kekhawatiran, ada baiknya orangtua ikut bergabung bermain bersama anak sembari mengajari mereka hal-hal yang baik, misalnya saja kepedulian, cara bekerja sama, cara bekerja keras.

3. Lembut dalam Menyikapi Kekurangan Anak

Banyak orangtua yang berharap anak mereka unggul dalam segala hal, sehingga ketika anak gagal ataupun tidak sesuai dengan harapan, tidak sedikit orang tua yang menyatakan kekecewaannya melalui banyak cara. Hal tersebut tentunya akan membuat anak menjadi tertekan. Ada baiknya orang tua harus mendorong anaknya secara perlahan dan lembut, memberikan solusi dan bekerja sama dalam mengatasi kekurangan tersebut.

4. Jangan Membandingkan Anak

Membandingkan anak dengan saudara, teman, ataupun orang lain akan merusak kepribadian anak dan membuat rasa tidak percaya diri tumbuh dan menghilangkan identitasnya sendiri. Jika anak melakukan kesalahan, sebaiknya nasihati dia secara perlahan.

5. Model Perilaku yang Tepat

Anak-anak banyak belajar dari apa yang mereka lihat. Karena itu, sebagai orangtua juga dituntut untuk memiliki karakter yang baik.

6. Jadilah Pendengar yang Baik

Anak-anak selalu membutuhkan perhatian dari orang-orang disekitarnya, terutama orangtua. Anak-anak pra-sekolah dan balita cenderung mengekspresikan diri mereka lebih banyak dengan berbicara, terutama pada saat keterampilan bahasa mereka berkembang. Sebagai orang tua, Anda harus sabar dan mendengarkan cerita mereka.

7. Batasi Waktu Anak Menonton Televisi dan Bermain Gadget

Kebanyakan orangtua modern memberikan televise atau gadget untuk mainan anak. Ada banyak alasan, salah satunya mungkin adalah orangtua tidak ingin diganggu oleh pertanyaan-pertanyaan anak yang masih berada di usia dengan rasa penasaran yang tinggi, ataupun hal lainnya.

Baca Juga: Manfaatkan Fasilitas Taman Kota sebagai Lokasi Olahraga

Faktanya, kebanyakan bermain gadget ataupun menonton televise bisa mempengaruhi perkembangan intelektual dan sosial anak. Bermain game di gadget juga bisa menyebabkan kecanduan dan membuat anak lebih sedikit dan atau sulit melakukan interaksi sosial.

8. Memberikan Kejelasan Tanggung Jawab pada Anak

Orangtua harus bisa berkomunikasi kepada anak tentang apa yang mereka harapkan tanpa membuat anak merasa tertekan ataupun tanpa menuduh mereka seolah-olah anak telah melakukan kesalahan. Orangtua harus bisa menegaskan aturan dan tanggung jawab kepada anak sehingga nantinya tanggung jawab tersebut akan menjadi suatu kebiasaan.

9. Dorong Kemandirian Anak

Secara perlahan orangtua bisa mengajarkan anak untuk mandiri, mulai dari mengepak tas sekolah mereka, menyikat gigi, menaruh pakaian kotor di keranjang cuci, merapihkan sandal ataupun sepatu setelah dipakai, dan hal lainnya.

10. Terapkan Pola Asuh yang Lembut

Menegur atau melukai anak secara fisik saat mereka melakukan kesalahan dapat memperburuk keadaan. Untuk itu, cobalah sabar dan jelaskan kepada mereka konsekuensi dari kesalahan mereka. Ini akan jauh lebih efektif untuk memberikan perubahan yang lebih positif.