Setelah Melonjak Naik, Minyak Dunia Kembali Turun
beritapapua.id - Ilustrasi industri minyak bumi. (Foto: Reuters)

Harga minyak dunia memang sudah diperkirakan tidak stabil, mengingat begitu banyak faktor yang mempengaruhi kenaikan dan penurunan harga minyak dunia ini. Salah satu faktor yang mempengaruhi kenaikannya adalah agresi militer oleh Rusia terhadap Ukraina.

Hal tersebut menyebabkan Rusia terkena banyak sanksi dari negara-negara lain, seperti larangan untuk ekspor minyak mentah. Meskipun Rusia yang dikenakan sanksi, namun seluruh dunia ikut merasakan dampaknya, yaitu kenaikan harga minyak dunia yang [disebabkan] macetnya pasokan minyak dunia dari eksportir terbesar kedua, Rusia.

Harga minyak dunia hari ini kembali turun, padahal pada Selasa, 5 April 2022, pukul 14.49 WIB, harga minyak mentah jenis Brent naik sebanyak 0.78 persen jika [dibandingkan] dengan hari sebelumnya. Minyak mentah jenis Brent kini berada di angka US$108.4 per barel. Sedangkan di waktu yang sama, minyak mentah jenis WTI naik hingga 0.77 persen, menjadi US$104.1 per barelnya.

Mengutip CNBC, Rabu, 6 April 2022, harga minyak mentah berjangka Brent turun 0,83 persen menjadi di level 106,64 dollar AS per barrel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1,28 persen ke level 101,96 dollar AS per barrel.

Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia

Penurunan harga minyak ini terjadi karena meningkatnya kekhawatiran terhadap perkembangan kasus Covid-19 baru yang dapat memperlambat permintaan. Hal tersebut [didukung] oleh pihak berwenang China yang menyatakan bahwa China memperpanjang masa lockdown di Shanghai karena peningkatan kasus Covid-19. Shanghai merupakan kota pusat bisnis dengan sekitar 26 juta penduduk dan menyumbang sekitar 4 persen dari konsumsi minyak China.

Baca Juga: Bendungan Ciawi di Bogor Selesai pada Tahun 2022

China sendiri merupakan negara importer minyak terbesar di dunia dan menjadi konsumen minyak mentah terbesar kedua setelah Amerika Serikat. Karena hal tersebutlah kebijakan lockdown akan mengurangi permintaan minyak dari negara itu.

Di sisi lain, negara-negara Barat berencana menjatuhkan lebih banyak sanksi ke sektor energi Rusia. Ini sebagai respons karena meningkatnya kematian warga sipil di Ukraina akibat invasi Rusia.

Pihak Amerika Serikat (AS) menyatakan sanksi baru yang akan [diumumkan] pada pekan ini. Uni Eropa juga akan mengusulkan sanksi baru terhadap Rusia, termasuk larangan impor batu bara yang kemudian akan berbarengan dengan minyak dan gas.