shio
Beritapapua.id - Shio, Tradisi dan Kepercayaan Tionghoa Untuk Mengenal Karakter

Dalam kepercayaan dan tradisi masyarakat Tionghoa, shio diwakilkan oleh 12 binatang spesifik untuk dikembangkan pada suatu hal yang terjadi antara alam. Kemudian hal tersebut dihubungkan dengan watak perilaku individu termasuk manusia. Peninggalan budaya, warisan, dan cerita sejarah dari berbagai suku dan bangsa selalu menjadi hal yang menarik untuk dipelajari. Orang-orang pada zaman dahulu memiliki cerita serta sudut pandang tersendiri terhadap sebuah fenomena baik alam, sosial, budaya, dan tempat. Salah satu bangsa yang memiliki warisan pengetahuan yang sangat luas salah satunya adalah Tionghoa. Ia memiliki sebuah warisan turun-temurun mengenai shio.

Sejarah Tentang Shio Tradisi Tionghoa

Tradisi dan Kepercayaan Tionghoa
Beritapapua.id – Tradisi dan Kepercayaan Tionghoa

Cerita bermula, pada zaman dahulu kala di China. Masyarakat saat itu tidak mengetahui bagaimana cara menghitung tahun, bulan, hari, dan waktu. Masyarakat ketika itu memohon kepada kaisar langit untuk mengajarkan cara perhitungan tersebut. Kaisar langit berpikir bahwa manusia dan hewan memiliki hubungan yang sangat erat, kemudian ia memiliki ide untuk menamakan tahun berdasarkan nama binatang agar mudah untuk diingat. Untuk memilih hewan-hewan yang namanya akan digunakan, kaisar langit melakukan sebuah perlombaan yang diikuti oleh seluruh binatang. Singkat cerita dari hasil perlombaan tersebut secara berurutan dimenangkan oleh tikus, kerbau, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi. Hewan-hewan inilah yang kemudian dipilih untuk menjadi simbol dari shio.

Baca juga: Kesepakatan Komunitas sebagai Kekuatan Asli Papua

Dalam astrologi tionghoa, Shio seringkali diperuntukkan sebagai sebuah petunjuk atau pedoman baik dalam menentukan hal besar maupun hal kecil dalam hidup. Selain untuk mengungkap karakter seseorang, Tradisi dan Kepercayaan Tionghoa ini juga dipercaya mampu mengungkap soal kesehatan, karier, rezeki, dan jodoh seseorang. Kemunculan shio dengan perwakilan 12 macam jenis binatang meliputi tikus, kerbau, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi. Masing-masing dari hewan tersebut menggambarkan karakter seseorang yang mencerminkan harmoni antara alam, manusia, dan realitas. 12 hewan shio juga terkait dengan penanggalan pertanian tradisional Tionghoa, yang berjalan seiring kalender lunar yang sudah dikenal.

Shio tidak hanya muncul di kalangan masyarakat tionghoa. Shio juga muncul di kebiasaan masyarakat Jepang dan Korea khususnya pada perayaan tahun baru, meski tetap memiliki beberapa perbedaan.