Siapa Penembak Pendeta Yeremia?
Beritapapua.id - Siapa Penembak Pendeta Yeremia? - Headtopics

Siapa Penembak Pendeta Yeremia? – Berita penembakan terhadap salah satu pemuka agama menggegerkan publik Papua. Adalah Pendeta Yeremia yang ditembak pada Sabtu (19/9/2020). Muncul pertanyaan, siapakah yang menembak pendeta tersebut?

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Pendeta Daniel Ronda mengatakan bahwa dari keterangan para saksi, pendeta Yeremia saat itu sedang menuju kendang babi bersama dengan istrinya, Miryam. Selang beberapa saat, Miryam memutuskan kembali ke rumah terlebih dahulu. Saat tiba dirumah, Miryam kemudian mendengar suara tembakan dari arah kendang babi, dan kemudian Miryam segera bergegas menuju kendang babi. Saat tiba, Miryam melihat bahwa suaminya telah tertembak.

Dari hasil penembakan tersebut, Yeremia mengalami berbagai luka, yakni pada lengan kirinya yang tertembus peluru dan tangan yang patah. Serta luka tusukan pada bagian belakang leher dan bahu, serta paha yang terdapat banyak luka tembakan. Saat itu Yeremia masih hidup.

Yeremia pun sempat menceritakan kronologis kejadian yang menimpanya. Kepada istrinya Yeremia berkata bahwa para penembak menghampirnya dan menuduhnya sebagai sosok yang menghabisi nyawa TNI, namun Yeremia menyangkal hal tersebut. Setelah itu, terjadilah peristiwa naas tersebut. Yeremia akhirnya meninggal dunia pada 20 September setelah sempat menerima perawatan intensif.

Baca Juga: Bencana Banjir Bandang Menerjang Sukabumi

Saling Tuding Antara TNI dan OPM

Siapa Penembak Pendeta Yeremia?
Beritapapua.id – Siapa Penembak Pendeta Yeremia? – Pasificpos

Melansir dari Tirto, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-OPM Sebby Sambom menegaskan bahwa  yang melakukan penembak tersebut adalah TNI-Polri.

Sementara dari pihak TNI mengatakan bahwa OPM yang melakukan penembakan. Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kapen Kogabwihan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa menyebut Pendeta Yeremia meninggal ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Suriastawa menuding KKB menyebar fitnah bahwa TNI yang melakukan penembakan.

Sedangkan dari Polri, melalui Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal juga mengatakan pernyataan OPM adalah kebohongan. Ia mengatakan aparat akan melindungi masyarakat dari kebiadaban kelompok bersenjata.

Belum jelasnya kasus ini, membuat berbagai elemen masyarakat mendesak pemerintah untuk segera mengusut tuntas peristiwa ini.

Socratez S. Yoman, Presiden Badan Pelayan Pusat Persekutuan Gereja-Gereja Baptis West Papua, mendesak Presiden Jokowi segera menghentikan operasi militer Papua. Ia meminta penatikan seluruh TNI dari Sorong-Merauke.

Sedangkan Amnesti International Indonesia pun meminta polisi untuk segera mengusut tuntas kasus ini.

“Penyelidikan menyeluruh yang independen dan tidak memihak harus segera dilakukan untuk mengungkap siapa pelaku sebenarnya,” kata Usman Hamid, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia.