Sidang Perdana Kasus Kebocoran Data Tokopedia
beritapapua.id - Sidang Perdana Kasus Kebocoran Data Tokopedia - Kompas

Sidang Perdana Kasus Kebocoran Data Tokopedia – Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan menggelar sidang pertama gugatan atas kebocoran data pengguna Tokopedia pada hari Rabu (10/6). Dalam kasus ini, pihak Penggugat adalah Komunitas Konsumen Indonesia (KKI), sedangkan pihak Tergugat I adalah Menteri Komunikasi dan Informatika dan pihak Tergugat II adalah PT Tokopedia. Gugatan ini terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor 235/PDT.G/2020/PN.JKT.PST.

Pihak Penggugat mengajukan beberapa tuntutan kepada pihak Tergugat, diantaranya:

  1. Agar Menkonimfo mencabut “Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik” atas nama PT Tokopedia;
  2. Meminta Menkominfo agar menghukum Tokopedia dengan membayar denda administratif sebesar Rp 100 miliar yang harus disetor ke kas negara paling lambat 30 hari setelah putusan perkara berkekuatan hukum tetap;
  3. Agar PT Tokopedia menyampaikan permintaan maaf yang dimuat di 3 media cetak Indonesia, yakni Bisnis Indonesia, Jakarta Post, dan Kompas.

Kasus ini sendiri bermula ketika Tokopedia dilaporkan mengalami usaha peretasan. Melalui akun twitter @underthebreach, disebutkan bahwa jutaan dana pengguna Tokopedia telah disebarkan di sebuah forum online. Peretasan ini terjadi pada bulan Maret 2020 dan sang peretas mengklaim bahwa dia memiliki 91 juta data pengguna Tokopedia.

Pihak Tokopedia akhirnya mengakui bahwa ada upaya peretasan data milik pengguna. VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak telah mengkonfirmasi bahwa memang ada upaya pencurian data terhadap pengguna Tokopedia. Meski begitu, Nuraini mengklaim bahwa informasi milik pengguna tetap aman dan terlindungi. Dia juga menambahkan bahwa Tokopedia telah menerapkan sistem one time password (OTP) yang hanya bisa diakses oleh pemilik akun secara real time.

Baca Juga: Posko Pengaduan Covid-19 DAP III Domberai Sudah Terima Tiga Aduan

CEO Tokopedia Bersuara Terkait Kasus Kebocoran Data Tokopedia

Mengutip dari kompas, CEO Tokopedia William Tanuwijaya akhirnya menyapa para pengguna jasa Tokopedia melalui email yang ditujukan ke semua pengguna. Dalam email tersebut, dia mengatakan bahwa Tokopedia telah mengambil langkah dalam menghadapi kasus peretasan ini, diantaranya:

  1. Tokopedia langsung melakukan proses investigasi dan mengambil langkah yang perlu dilakukan untuk memastikan akun dan transaksi tetap terjaga
  2. Tokopedia berkomunikasi dan bekerja sama dengan pemerintah dalam melakukan investigasi atas kejadian ini, sekaligus memastikan keamanan dan perlindungan atas data pribadi
  3. Tokopedia telah menunjuk institusi independen kelas dunia yang memiliki spesialisasi di bidang keamanan siber dalam membantu investigasi dan identifikasi langkah-langkah yang diperlukan guna meningkatkan perlindungan data pengguna Tokopedia.

Tidak lupa William juga mengajak para pengguna untuk mengganti sandi akun secara berkala serta selalu menjaga kerahasiaan kode OTP ketika hendak melakukan transaksi.