Sinergi Agama, Adat, Serta Pemerintahan di Indonesia
beritapapua.id - Sinergi Agama, Adat, Serta Pemerintahan di Indonesia - Kementerian Agama Bengkulu

Sinergi Agama, Adat, Serta Pemerintahan di Indonesia – Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sistem yang mengatur tata keimanan dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Kata agama sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta agama yang berarti tradisi. Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari Bahasa Latin Religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti mengikat kembali, dengan arti seseorang yang mengikatkan dirinya kepad Tuhan.

Manusia memiliki kemampuan terbatas, kesadaran dan pengakuan akan keterbatasannya. Menjadikan keyakinan bahwa ada sesuatu yang diluar biasa diluar dari diri manusia itu sendiri. Sesuatu yang luar biasa itu tentu berasal dari sumber yang luar biasa juga, dan sumber yang luar biasa itu lah yang disebut Yang Maha Kuasa.

Di Indonesai sendiri terdapat 6 agama yang diakui yaitu Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu. Tujuan dari agama yaitu selamat, bahagia, dan sejahtera hidupnya dalam dunia maupun akhirat. Manfaat beragama antara lain:

  1. Agama mendidik manusia supaya memiliki pendirian kokoh dan sikap yang positif
  2. Mendidik manusia agar memiliki ketentraman jiwa
  3. Manusia berani menegakkan kebenaran dan takut untuk melakukan kesalahan
  4. Agama sebagai alat untuk membebaskan manusia dari perbudakan materi.

Adat

Menurut KBBI adat adalah kebiasan, dalam artian adat adalah kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus dan berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan bagi orang ataupun masyarakat itu sendiri. Adat juga diartikan sebagai wujud gagasan kebudayaan yang terdiri dari nilai-nilai budaya, norma, hukum, dan aturan-aturan yang satu dengan yang lainnya berkaitan menjadi satu sistem. Sedangkat adat istiadat adalah tata kelakuan yang kekal dan turun menurun dari generasi kegenerasi lain sebagai warisan sehingga kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat.

Pemerintah

Pemerintahan erat kaitannya dengan politik, yang mengatur tentang kegiatan manusia dimana menyangkut masalah kekuasaan guna mengelola kehidupan bersama suatu masyarakat. Poltik berasal dari Bahasa Yunani yaitu polis yang artinya kita yang berstatus negara. Aristoteles dan Platro menggap politik adalah suatu usaha untuk mencapai masyarakat politik yang terbaik.

Politik dapat disimpulkan sebagai segala urusan yang menyangkut negara atau pemerintahan melalui suatu sistem politik yang menyangkut penentuan tujuan dari sistem tersebut dan cara mencapai tujuan tersebut.

Tujuan Politik di Indonesia:

  1. Politik bertujuan agar kekuasaan yang ada di masyarakat maupun pemerintah diperoleh, dikelola dan diterapkan sesuai dengan norma hukum.
  2. Terselenggaranya kekuasaan pemerintah dan masyarakat yang mengacu pada Prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia
  3. Melindungi hak0hak semua warga negara Indonesia dan menjamin terlaksananya kewajiban-kewajiban warga negara.

Baca Juga: Hasil Rakor Pemkab Manokwari Terkait Covid-19

Sinergi Agama, Adat, Pemerintahan

Indonesia merupakan bangsa yang menjunjung tinggi Agama serta Adat didalam kenegegaraanya, dengan macam-macam budaya, suku, Bahasa, dan agama Indonesia menganut filosofi yang yang sangat terkenal yaitu Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua yang juga tertuliskan pada lambang negara Garuda Pancasila.

Dalam Sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi bukti bahwa Indonesia menjunjung tinggi keagamaan. Yang tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari. Indonesia juga memiliki adat yang berbeda-beda setidaknya ada 1.340 suku dan setidaknya 742 bahasa di Indonesia. Sehingga tidak dapat dipungkiri keberagaman kebudayaan di Indonesia.

Dengan adanya perbedaan agama maupun adat, seringkali terjadi perbedaan yang menimbulkan keresahan. Oleh karena itu peran politik sangatlah penting dalam menjada keseimbangan. Di Indonesia Banyak sekali aturan yang berdasarkan adat maupun berdasarkan agama, tetapi di Indonesia tidak menjadi suatu kaum menjadi terdiskriminasi oleh aturan-aturan tersebut. Karena Aturan yang sifatnya diskriminatif tidak boleh diberlakukan karena Hak Asasi Manusia Berlaku didalamnya.

Untuk itu ketiga unsur tersebut bersinergi yang mana tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Dengan adanya keselarasan ataupun sinergi dalam ketiga hal tersebut maka akan menciptakan masyarakat yang kuat. Seperti yang terkadung dalam Bhineka Tunggal Ika, dengan adanya keselarasan tersebut Indonesia dapat terbentuk walaupun memiliki keberagaman suku, Bahasa, dan Agama.