Sejarah Lahirnya Industri Migas
Beritapapua.id - Singkat Sejarah Lahirnya Industri Migas di Indonesia

Singkat Sejarah Lahirnya Industri Migas di Indonesia – Sejak duduk di sekolah dasar khususnya dalam pelajaran sejarah, kita selalu diceritakan tentang kekayaan nusantara yang menjadi magnet utama para penjelajah datang ke Indonesia.Transaksi perdagangan dengan para pribumi seperti menukar hasil kebun dengan sutra, keramik, kerajinan tangan sudah menjadi pengetahuan umum bagi kita yang setidaknya bersekolah di sekolah negeri.

Hasil alam yang selalu didengungkan tidak pernah lepas dari kekayaan rempah nusantara yang konon, aromanya saja telah mampu menuntun para penjelajah untuk menemukan tanah surga di gugusan kepulauan Maluku, Indonesia.

Lantas apakah benar rempah menjadi satu-satunya magnet bagi para penjelajah untuk datang dan melakukan eksplorasi di Indonesia? Tentu saja tidak, pada tahun 1871 pemboran minyak pertama kali dilakukan oleh Jan Reenik di sekitar Gunung Ciremai, Jawa Barat. Namun berakhir setelah lima tahun karena lokasi pengeboran yang terlalu sempit untuk dijadikan usaha komersil.

Minyak bumi baru mulai digarap secara serius 12 tahun kemudian oleh pengusaha Belanda A.J. Zijlker setelah mendapatkan konsesi dari Pemerintahan Nusantara di tahun 1883. Zijlker melakukan studi lapangan dan percobaan-percobaan pengeboran.

Karena kondisi tanah yang masih sangat baru dan belum pernah dieksplor, butuh waktu beberapa tahun hingga akhirnya tahun 1892 minyak bumi dapat diproduksi dan dipasarkan.

Baca juga: Tari Yospan, Tari Persahabatan Rakyat Papua

Sejarah Lahirnya Industri Migas

Indonesia menjadi salah satu negara tertua dalam catatan sejarah industri migas di dunia. Industri minyak pertama kali lahir di Titusville, Pennsylvania, Amerika Serikat pada 27 Agustus 1859 yang ditandai oleh keberhasilan Colonel Drake mengebor sumur minyak pertama. Sehingga tidak heran ketika kita menemukan perusahaan minyak terkuat berasal dari Amerika.

Sejak pengeboran minyak tersebut berhasil dan adanya campur tangan Belanda dan Inggris kala itu, Indonesia kemudian memiliki badan atau pihak yang khusus menangani industri migas. Pertamina yang merupakan BUMN menjadi salah satu yang bertahan hingga hari ini. Hal ini tentu saja melahirkan sekolah teknik seperti Petrotekno yang menyediakan pelatihan, pengajaran dan pendampingan untuk mempersiapkan tenaga yang mumpuni untuk dalam sektor migas.

Sejarah Lahirnya Industri Migas
Petrotekno.co.id

Petrotekno turut menjadi rahim penyumbang lahirnya manusia yang memiliki keahlian yang sudah teruji dan tersertifikasi.

Capaian tersebut tentu saja bukan sebuah proses instan. Dedikasi, semangat, dan rasa ingin tahu yang besar merupakan kunci kesuksesan dalam menjalani apapun. Pendidikan pun menjadi salah satu faktor penting untuk membantu kita dalam pengembangan diri.