Situasi di Wilayah Timur dan Utara Kiwirok Mulai Kondusif
beritapapua.id - Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana. (foto: Seputar Papua)

Saat ini ada beberapa wilayah di Kiwirok yang sudah terlihat cukup kondusif dan aman, wilayah tersebut adalah wilayah yang berada di sebelah timur dan utara.

Hal ini seperti yang diungkapkan Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana Sabtu (25/9/2021) kemarin. Ia mengatakan bahwa wilayah bagian timur dan bagian utara di Kiwirok terlihat kondusif.

“Beberapa kampung di bagian timur itu dan bagian utara aman. Hanya bagian barat yang ada gangguan karena di sana ada kelompok TPN (TPNPB),” kata Spei Bidana.

Ia mengatakan hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan kondisi masyarakat di tiga kampung di wilayah Barat Distrik Kiwirok. Hal ini lantaran daerah tersebut merupakan basis Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Untuk tiga kampung tersebut adalah Kampung Deplem, Pelebib, dan Kiwi.

“Kelompok TPN di kampung itu, sehingga rakyat yang di tiga kampung itu yang kita belum pastikan, karena tidak aman untuk kita masuk ke sana. Tiga kampung itu menjadi basisnya kelompok TPN-OPM,” ucapnya.

Membangun Kembali Fasilitas Publik

Spei Bidana juga menjelaskan untuk membangun kembali fasilitas publik di Kiwirok, butuh biaya yang tidak sedikit. Pemerintah daerah tidak mungkin mampu membangunnya dengan dana APBD. Sebab itu, pihaknya akan mengajukan proposal ke Kementerian PUPR agar bisa membantu pembangunan fasilaitas publik kembali.

“Nanti kalau sudah kondusif kita buat proposal dan ajukan ke Kementerian PUPR, supaya bisa bantu karena di APBD tidak bisa khusus fasilitas pemerintah. Puskesmas, sekolah terus apa namanya kantor distrik, semua,” ujarnya.

Baca Juga: TNI-Polri Terus Berupaya Evakuasi Warga Yang Ingin Keluar Dari Kiwirok

Sementara itu, Kepala Satgas Penegakan Hukum Nemangkawi, Komisaris Besar Faizal Ramadhani mengatakan, kini pasukan yang telah berada di Kiwirok mencapai 100 personel. Menurutnya, pihaknya akan memastikan situasi di Kiwirok kembali aman.

“Sebab, ulah kelompok bersenjata di sana telah menyebabkan pelayanan kesehatan dan pelayanan publik lainnya lumpuh,” kata Faizal.

Sebelumnya, kelompok bersenjata pimpinan Lamek Taplo membakar kantor Distrik Kiwirok, puskesmas, pasar, sekolah dasar, rumah tenaga kesehatan, rumah guru, dan kantor Bank Papua di Distrik Kiwirok, 13 September 2021.