SNVT Papua Barat Serahkan 20 Rumah Khusus di Anggigida
beritapapua.id - SNVT Papua Barat Serahkan 20 Rumah Khusus di Anggigida - AntaraNews

Satuan Kerja Non Vertikal (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Papua Barat menyerahkan 20 unit Rumah Khusus (Rusus) kepada warga Kampung Sisrang, Distrik Anggigida.

Rumah tipe 36 yang diserahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui dana APBN tersebut langsung diserahkan Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Papua Barat, di lokasi proyek Kampung Sisrang Distrik Anggigida pada 24 April lalu.

Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Papua Barat, Phiter Pakabu, ST.,M.Si didampingi Sekretaris Dinas Perumahan dan Lingkungan Hidup dalam sambutan menjelaskan, program penyediaan bantuan rumah khusus ini dikerjakan mulai akhir bulan Desember 2019 dan selesai pada pertengahan Februari 2020 oleh kontraktor pelaksana CV. Pilar Atma Sampurna serta diawasi oleh Konsultan Pengawas PT. Papua Muda Konsultan selama 3 bulan.

“Puji syukur, akhirnya pekerjaan telah dilaksanakan sesuai target dan jadwal. Sebulan lalu sudah mau serah terima aset rumah, hanya saja sempat terkendala merebaknya Covid-19 yang melanda seluruh dunia bahkan Indonesia dan khususnya di Provinsi Papua Barat. Oleh karena itu, serah terima seluruh aset rumah baru dapat diserahkan hari ini kepada masyarakat,” beber Phiter dihadapan masyarakat pemilik rumah.

Baca Juga: Terdampak Covid-19, Empat Bupati Meepago Diminta Bantu

Menteri PUPR Meminta Warga untuk Dapat Merawat Rumah dan Kelengkapannya

Pesan Menteri PUPR, agar aset bangunan rumah yang sudah diserahkan beserta kelengkapannya dapat dijaga dan dirawat dengan baik oleh warga. Adapun kekurangan seperti listrik, kedepan agar Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Lingkungan Hidup dapat membantu proses ketersediaannya. Karena jaringan listrik dalam rumah sudah disiapkan oleh kontraktor pelaksana.

Ditambahkan Kasatker, sebelum dilakukan serah terima aset rumah khusus ini, pihaknya telah menurunkan tim pemeriksa untuk mengecek kelengkapan dan kekurangan pekerjaan. “Apakah rumah ini ada pintu atau tidak. Ada jendela atau tidak, ada kamar mandi atau tidak. Plafon terpasang atau tidak, sehingga semua prasyarat yang tertuang dalam RAB harus disediakan kontraktor sebelum diserahkan ke masyarakat,” pungkasnya.

Serah terima kunci rumah layak huni ini juga aku Phiter, wajib melihat berbagai aspek di antaranya keamanan kontruksi rumah dan melihat sisi sanitasi berupa ketersediaan ventilasi dan kelayakan kamar mandi serta kecukupan ruang. “Bantuan rumah khusus ini sesuai standar PUPR yaitu terdiri dari 2  kamar tidur, 1 kamar mandi dan ruang keluarga. Mudah-mudahan kedepan kabupaten Pegunungan Arfak akan mendapatkan bantuan lain. Salah satu bantuan dimaksud untuk tahun 2020 adalah bantuan Rumah Swadaya atau program PSPS (Program Stimulan Perumahan Swadaya). Dalam program tersebut, rumah yang disediakan sebanyak 71 unit. Yang pasti bantuan Kementerian PUPR ini dikhususkan untuk masyarakat,” akunya.