Sosok ‘Hantu Waena’ yang Dongkrak Wirausaha Pemuda Papua
Beritapapua.id - Sosok ‘Hantu Waena’ yang Dongkrak Wirausaha Pemuda Papua - Suara Papua

Sosok ‘Hantu Waena’ yang Dongkrak Wirausaha Pemuda Papua – Kata hantu selalu berkonotasi negatif. Stigma dan label buruk kerap melekat padanya. Sebutlah hantu kerap mengganggu, buruk rupa, dan tidak ada orang yang mau bertemu dengannya. Namun, berbeda dengan Hantu Waena.

Mungkin, ia mirip dengan sosok hantu casper. Dalam khazanah hantu internasional, casper adalah hantu yang baik dan gemar membantu banyak orang. Begitulah gambaran Hantu Waena di Papua yang nyatanya mereka bukanlah hantu.

Hantu Waena adalah sebutan bagi sekelompok anak muda yang berbagi ilmu sambil berwirausaha. Mereka adalah sekelompok anak muda yang menyediakan jasa sewa sound system dan lighting. Waena, adalah nama sebuah kelurahan yang terletak di Distrik Heram, Jayapura.

Namun, agaknya nama ‘Hantu’ pada bisnis mereka menggambarkan kondisi mereka saat ini. Pasalnya, sebagian orang kerap mencibir mereka. Komentar negatif seperti pemuda miras dan kerap mengadakan ‘kuliah malam’ kerap mereka terima.

“Kami sering dapat pandangan negatif, baik dari kalangan muda maupun kalangan tua. Lalu kami juga dapat hal-hal negatif yang sering dikaitkan dengan kami. Padahal kami sama sekali tidak terlibat maupun tidak melakukan hal-hal negatif itu,” papar Yan Piter Pepuho, ketua komunitas Hantu Waena mengutip dari suarapapua.

Padahal, Komunitas Hantu Waena menyediakan jasa penyewaan sound system dan lighting.

“Sampai  saat ini kami berwirausaha dalam hal penyewaan sound system dan lighting. Kami biasanya melayani jasa sewa. Jadi kalau ada yang gunakan jasa kami, kami   mem-backup seseorang/sponsor dalam membuat suatu acara yang terbuka untuk umum,” imbuhnya.

Baca Juga: Enam Kelompok Prioritas Vaksin Covid-19

Ujian Wirausaha: Cibiran hingga Stigma Negatif

Sosok ‘Hantu Waena’ yang Dongkrak Wirausaha Pemuda Papua
Beritapapua.id – Sosok ‘Hantu Waena’ yang Dongkrak Wirausaha Pemuda Papua – Suara Papua

“Kami pikir bahwa kami harus bisa. Kami juga masih terus berusaha untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan dan pengguna jasa kami. Kami harap ke depan kami bisa melayani satu paket. Dari sewa sound system, lampu, tenda, kursi dan juga berharap agar bisa jadi  Wedding Organizer,” harap Pepuho.

Harapan sang Ketua Komunitas Hantu Waena begitu besar. Ia berharap mampu menjadi wadah pemuda untuk menyelami dunia wirausaha. Bukan hanya sewa sound system dan lighting saja. Namun, ia berharap komunitasnya bisa berkembang.

Mulai dari wedding organizer hingga membuka toko pakaian. Ia selalu mengingatkan kepada masyarakat bahwa Hantu Waena bukan komunitas anak muda yang negatif. Hantu Waena adalah komunitas anak muda kreatif yang berdiri sejak tahun 2018. Tujuannya adalah mengasah kemampuan wirausaha pemuda Waena.

“Tong cinta damai. Tong punya produk jualan itu bukan hanya ‘acara goyang’. Ada kaos, jaket, sticker, dan lain-lain,” tulisnya dalam sosial media.

Cibiran dan komentar negatif tak menghentikan gerakan para hantu muda ini. Mereka terus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Menurut Pepuho, ini adalah citra positif yang harus dibangun oleh teman-teman komunitas.

“Kami akan tetap jalan. Mulai dari acara gereja, acara ulang tahun serta masih banyak lagi acara yang menggunakan jasa kami untuk mem-backup acara tersebut. Biarkan orang menilai kami dengan pandangan mereka. Kami akan tetap menjalankan usaha kami,” terangnya.

Arnold Kobogau, seorang Stand Up Comedy di Kota Jayapura, turut angkat bicara. Menurutnya, apa yang terjadi pada Hantu Waena adalah soal perbedaan persepsi masyarakat. Boleh jadi, mereka yang mencibir Hantu Waena tidak tahu pasti apa yang mereka lakukan.

“Harus angkat hal-hal positif. Karena kalau kita mau komunitas kita maju harus bisa untuk menerima saran serta masukan,” tutup Arnold.