St. Patrick’s Day, Perayaan Serba Hijau
Perayaan Serba Hijau

St. Patrick’s Day, Perayaan Serba Hijau – Setiap tanggal 17 Maret di Irlandia, Amerika Serikat (AS) maupun di negara-negara Eropa lainnya, dikenal sebagai St. Patrick’s Day. Perayaan ini merupakan pesta yang diselenggarakan secara besar-besaran di AS, terutama oleh warga keturunan Irlandia, yang banyak ditemukan di area Chicago dan Boston, AS.

Pada perayaan ini, orang-orang mengenakan baju dan ornamen-ornamen Irlandia yang serba hijau. Daun Shamrock dan Kurcaci memeriahkan pemandangan di hampir setiap gedung. Parade dengan alat musik khas Irlandia, Uilleann piping, sejenis suling dengan kantong udara berseru-seru menambah kemeriahan hari Santo Patrick ini.

Latar Belakang Perayaan Serba Hijau

Baca juga: Kehilangan Saat Parkir Kendaraan di Mall? Gugat Pengelola Parkirnya

St. Patrick’s Day merupakan perayaan untuk memperingati kematian dari Santo Patrick atau Patrisius, seorang santo yang dianggap sebagai pelindung Irlandia. Santo Patrisius merupakan misionaris dari Britania Romawi, yang memperkenalkan agama Kristen ke Irlandia, dan mengajarkan tentang konsep Tritunggal dengan menggunakan daun Shamrock (daun semanggi berhelai tiga dan berwarna hijau yang telah menjadi salah satu ikon dari Irlandia – red).

Santo Patricius dan perjalanan hidupnya, sebenarnya masih kabur dan lebih berupa sekadar legenda. Patricius yang dilahirkan di Britania, ditangkap oleh perompak Irlandia dan dilarikan sebagai budak selama enam tahun.

Ia berhasil melarikan diri dari Irlandia dan kembali ke keluarganya untuk menjadi seorang uskup atau diakon. Setelah menempuh pendidikan misionaris, Santo Patricius kembali ke Irlandia untuk menyebarkan agama Kristen di bagian utara dan barat Irlandia.

Namun sepanjang catatan sejarah, tidak ditemukan adanya hubungan antara Santo Patricius dengan gereja manapun di Irlandia. Kisah hidupnya merupakan legenda yang dipropagandakan oleh Biara Armagh di Irlandia, yang akhirnya menjadikannya seorang santo pelindung bagi negara tersebut.

Santo Patricius tidak pernah diangkat secara kepausan oleh Vatikan. Namun keteladanannya selama masa penyebaran agama di Irlandia, menjadikannya Santo tanpa adanya proses diakonisasi oleh Vatikan.

Kisah mengenai kehidupan Santo Patricius, ditemukan dalam cerita yang sangat terbatas. Namun dua surat yang pernah ditulisnya, ditemukan dan disimpulkan bahwa Santo Patricius hidup dan aktif sebagai misionaris pada abad ke-5 di Irlandia.