Suasana Duka Berujung Ricuh di Kediaman Almarhum Klemen Tinal
beritapapua.id - Kericuhan kembali terjadi di rumah duka Wagub Papua, Klemen Tinal (foto : iNews TV)

Keributan yang berujung pada tindakan anarkis kembali terjadi di rumah duka Wakil Gubernur (Wagub) Papua, Klemen Tinal. Kali ini keributan tersebut terjadi pada Minggu, 23 Mei 2021 di kawasan Dok Lima Atas, Kota Jayapura.

Keributan ini bermula akibat adanya salah paham antara beberapa kerabat dan simpatisan Almarhum Klemeen Tinal. Kesalahpaham tersebut terkait dengan pembayaran uang duka di kediaman Wagub Papua itu.

Menurut informasi ada kerabat Almarhum Klemen Tinal yang tidak mendapatkan bagian dari pembagian uang duka. Karena ia tidak terima membuat ia mengamuk dan membuat kericuhan tersebut.

Polisi sampai terpaksa melepaskan beberapa kali tembakan peringatan ke udara akibat adanya keributan tersebut. Hal itu Polisi lakukan terpaksa untuk membubarkan warga yang terlibat keributan.

Keributan ini sebenarnya sudah terjadi sejak Jumat, 21 Mei 2021 lalu saat Wagub Papua, Klemen Tinal meninggal dunia di Jakarta.

Keributan yang mulai dari Jumat lalu tersebut membuat beberapa fasilitas di rumah Wagub rusak karena terkena lemparan batu dan kayu.

Sejumlah Perhiasan dan Uang Milik Istri Klemen Tinal Hilang

Dan menurut kabar tidak hanya fasilitas saja yang rusak namun ada sejumlah perhiasan milik istri Wagub Papua hingga uang senilai Rp 3 Milyar yang ikut hilang.

Baca Juga : Uswim Gelar Pertemuan, Bahas Penanganan Ekowisata Hiu Paus

Kapolsek Jayapura Utara, AKP Jahja Rumra saat membenarkan adanya keributan soal pembagian uang duka.

Jahja juga mengatakan aparat terpaksa melepaskan tembakan peringatan untuk menghalau warga yang terlibat keributan berujung anarkis. Hal itu polisi lakukan terpaksa karena imbauan untuk menghentikan keributan tidak masyarakat hiraukan.

“Memang tadi ada insiden keributan soal pembagian uang semalam, uang duka, ada yang belum dapat, jadi dua kelompok ribut, berujung anarkis. Beberapa kali imbauan untuk tertib tidak dihiraukan, makanya diberikan tembakan peringatan” ungkap AKP Jahja Rumra, Minggu 23 Mei 2021.

Setelah melepaskan tembakan peringatan ke udara, Polisi juga kemudian mengamankan beberapa warga dan pemuda yang diduga mabuk dan memprovokasi suasana.

Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, aparat keamanan dari Kepolisian Polres Jayapura Kota dan Polsek Jayapura Utara disiagakan di kediaman Wakil Gubernur Papua.