Beritapapua.id - Sungai Kuning: Kisah Banjir yang Merenggut Jutaan Jiwa - Liputan6

Sungai Kuning: Kisah Banjir yang Merenggut Jutaan Jiwa – Pernahkah Anda mendengar nama Sungai Kuning? Sungai ini merupakan salah satu tempat bersejarah di negeri Tirai Bambu. Sejumlah manuskrip menjelaskan bahwa tempat ini merupakan sumber peradaban orang-orang Tiongkok. Pernyataan tersebut dinukil dari buku The Next Civilization (2012) karya Nanat Fatah Natsir.

Sungai Kuning sekitar 4.000 (SM) merupakan daerah yang sangat subur. Wilayah tersebut mengandung lumpur kuning yang berasal dari tanah loss Gurun Gobi. Mengalir dari daerah Pegunungan Kwen Lun ke Tibet arah Timur dan bermuara pada Teluk Tsii Li, Laut Kuning. Sungai Huang He membawa penghidupan bagi masyarakat Cina.

Sungai ini menjadi tulang punggung kegiatan pertanian masyarakat cina. Dari sana, Cina mampu memproduksi padi, gandum, jagung dan cantel (biji-bijian seukuran lada). Begitu pula kala musim dingin tiba, masyarakat akan kesulitan. Pasalnya, sungai kuning membeku ketika musim dingin tiba.

Selain itu, Sungai Kuning juga menjadi saksi perubahan dinasti yang silih berganti. Mulai dari Dinasti Xia sekitar 2000 – 1500 SM, Dinasti Shang 1523 -1028 SM, hingga Dinasti Chou/Zhou 1028 – 256 SM.

Namun, Tahun 1887, sebuah peristiwa besar terjadi. Musibah itu dikenal dengan nama China’s Sorrow atau The Ungovernable. Sebuah kisah pilu dari negeri Tiongkok di mana jutaan nyawa melayang.

Baca Juga: Sikap Jokowi Terhadap Pemberlakuan PSBB

Kisah Sedih Sungai Huang He

Sungai Kuning: Kisah Banjir yang Merenggut Jutaan Jiwa
Beritapapua.id – Sungai Kuning: Kisah Banjir yang Merenggut Jutaan Jiwa – greelane

Tepat pada tanggal 28 September tahun 1887, banjir besar menyapu peradaban Sungai Kuning. Sekitar 300 desa, 11 kota, dan jutaan penduduk yang hidup di jalur Sungai Huang He lenyap seketika. Selanjutnya, Hujan deras yang mengguyur daerah sekitar aliran sungai pegunungan Bayan Ha membuat volume air naik. Akhirnya, air bah pun tak terbendung.

Banjir di Sungai Kuning merenggut jutaan jiwa penduduk di sana. Sedangkan, hampir 2 juta warga dilaporkan menghilang dalam peristiwa itu. Terdapat 1,3 juta orang yang meninggal dunia dan masih banyak lagi yang tidak terdeteksi. Mengutip dari Worldhistoryproject.org, mereka yang selamat dari terjangan air bah itu menempuh kehidupan yang sulit. Sekitar 2 juta orang menjadi tunawisma setelah kejadian itu.

Derita masyarakat Sungai Kuning belum selesai. Mereka yang selamat rentan akan berbagai penyakit. Sulitnya akses ke wilayah tersebut membuat pertolongan medis kerap terlambat. Akhirnya, banyak warga yang meninggal karena tipus dan disentri. Hampir seluruh yang selamat meninggal karenanya.

Inilah mengapa banjir di Sungai Kuning disebut sebagai 3 bencana alam terbesar di Cina.