Tagar IndonesiaTerserah: Ekspresi Tim Medis yang Jengah
beritapapua.id - Tagar IndonesiaTerserah: Ekspresi Tim Medis yang Jengah - matamatapolitik

Baru-baru ini, tagar IndonesiaTerserah menjadi topik utama perbincangan di platform media sosial twitter. Di dalamnya, terlihat sejumlah foto dan video yang menunjukkan anggota medis menyampaikan keresahannya.

Unggahan bernuansa kritik sosial itu tampak hendak mengatakan bahwa tim medis sudah tidak peduli dengan sikap warga yang abai dan kebijakan pemerintah yang terkesan plin-plan. Aksi tersebut menjadi buah bibir internasional setelah media internasional, Reuters, menyoroti hal tersebut.

Diduga, topik IndonesiaTerserah pecah setelah acara penutupan McD Sarinah yang dihadiri oleh sejumlah orang serta kerumunan di Bandara Soekarno-Hatta. Hal itu seakan menunjukkan bahwa warga Indonesia tidak peduli terhadap ancaman wabah virus corona serta imbauan PSBB.

Tak sedikit dari masyarakat yang kemudian mendukung tagar IndonesiaTerserah. Mereka jengah terhadap sikap arogan warga yang tidak mengindahkan aturan serta tidak bersikap kooperatif. Hal tersebut ditunjukkan melalui komentar pedas warganet yang menyertakan tagar IndonesiaTerserah di media sosial twitter.

Menanggapi hal tersebut, Sosiolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Siti Zunariyah angkat bicara. Dilansir dari kompas.com, ia mengatakan bahwa tagar IndonesiaTerserah merupakan ekspresi kekecewaan sejumlah pihak terhadap kondisi saat ini.

“Bisa jadi (ekspresi kekecewaan), karena tenaga kerja yang selama ini jadi garda terdepan, justru kurang mendapatkan pengakuan,” ucap Siti.

Mengacuhkan ancaman corona sama halnya dengan tidak menghargai tenaga medis yang sedari awal pasien pertama ditemukan di Indonesia bekerja tanpa kenal lelah hingga saat ini. Ramai warga turut menyampaikan hal serupa di media sosial. Hingga berita ini ditulis, tagar IndonesiaTerserah masih duduk di peringkat pertama topik terhangat twitter sejak hari Minggu (19/05), 2020.

Baca Juga: Majelis Ulama Indonesia Izinkan Shalat Ied di Zona Hijau

Pemerintah: Kami Harap, Tenaga Kesehatan Tidak Kecewa

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19, Doni Monardo, menyampaikan harapannya kepada tenaga medis dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (18/05), 2020. Ia meminta agar tenaga medis tidak kecewa, serta menyampaikan dukungannya terhadap mereka.

“Kemudian untuk video Indonesia Terserah, kami jelaskan bahwa kita sangat tidak berharap kalangan dokter menjadi kecewa, sejak awal kami selalu mengedepankan bahwa ujung tombak kita adalah masyarakat,” ucap Doni.

Doni menyebutkan bahwa Indonesia memiliki jumlah dokter yang sedikit. Ekspresi kekecewaan tenaga medis di tengah pandemi corona ini akan berdampak buruk bagi Indonesia. Ia kemudian mengimbau agar masyarakat dapat bekerja sama untuk mengatasi hal ini.

“Jumlah dokter kita termasuk yang paling sedikit di berbagai negara, total dokter kita kurang dari 200 ribu orang, dokter paru 1.976 orang, artinya satu orang dokter paru harus layani sekitar 245 ribu warga negara Indonesia sehingga apabila kita kehilangan dokter maka ini kerugian yang sangat besar buat bangsa kita,” jelas dia.

Ikatan Dokter Indonesia Benarkan Tagar IndonesiaTerserah

Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. Mohammad Adib Khumaidi menyebut aksi yang dilakukan oleh tenaga medis tersebut merupakan bentuk keprihatinan mereka terhadap ulah masyarakat. Mereka menunjukkan sikap arogan dengan tidak mematuhi aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berlaku.

“Sebuah bentuk keprihatinan kami terhadap proses penanganan covid-19,” ujar Adib.

Menurut Adib, masih banyak masyarakat yang belum paham esensi dari aturan PSBB, yakni memutus mata rantai penyebaran covid-19. Tak hanya tingkah masyarakat, Adib juga menyoroti kebijakan pemerintah. Menurutnya, ketidakteraturan yang terjadi dalam masyarakat merupakan buntut dari kebijakan yang semrawut.

“Masih banyak masyarakat yang kumpul dan bergerombol, itu ditunjang oleh aturan yang berubah-ubah,” ungkap Adib.

Adib mengatakan bahwa pihak yang paling terbebani jika ada orang yang terjangkit adalah tenaga medis. Hingga pada Hari Perawat Internasional (12/05) 2020 lalu, diketahui jumlah tenaga medis yang gugur di Indonesia mencapai 55 orang. Adib, mengimbau agar masyarakat mau melihat kenyataan tersebut dan tidak bertindak arogan dengan bekerja sama melawan wabah virus corona.