Tahun Ajaran Baru, Pemkab Jayawijaya Rencanakan Pembelajaran Luring
beritapapua.id - Ilustrasi belajar tatap muka di masa pandemi (foto : antara)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya berencana membuka kembali pembelajaran tatap muka di setiap sekolah untuk tahun ajaran 2021-2022. Hal ini juga buntut dari menindaklanjuti keputusan sejumlah kementerian terkait sekolah tatap muka.

Untuk itu Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua bersama Dinas Pendidikan dan LSM di bidang pendidikan menggelar rapat bersama untuk membahas hal tersebut.

Rapat mengenai pembahasaan pembelajaran tatap muka ini bertempat di ruang rapat bupati, pada Senin (14/6/2021). Ini juga guna mengevaluasi sistem pembelajaran selama ini maupun dengan rencana tatap muka nanti.

Bupati mengatakan selama ini proses pembelajaran tatap muka memang telah terlaksana di sebagian sekolah zona dua, tiga dan empat. Maka dari itu, Pemkab Jayawijaya bersama Dinas Pendidikan tengah membahas metode mengenai tatap muka tersebut. Agar nantinya pembelajaran tatap muka bagi sekolah di zona satu (dalam kota) dan sebagian zona dua (pinggiran kota) bisa terlaksana.

“Ini untuk tahun pembelajaran baru nanti, supaya yang di zona satu maupun dua sebagian yang belum sempat tatap muka akan dilakukan di tahun ajaran baru. Soal teknisnya akan kita atur. Misalnya, setiap kelas akan digilir jadwalnya, tidak semua masuk tatap muka di sekolah,” kata Jhon Banua.

Namun, Pemerintah daerah akan tetap melihat kondisi dan perkembangan kasus Covid-19 yang ada. Dan hal itu tentunya agar bisa menerapkan kembali sekolah tatap muka.

Pemkab Jayawijaya Akan Koordinasi Dengan Dinkes

Selain itu, bupati juga mengatakan pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melihat sudah berapa persen guru mendapatkan vaksinasi. Karena tenaga pengajar harus bisa menjadi prioritas agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara tatap muka.

Baca Juga : PLN Butuh Biaya Besar untuk Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan

“Bagi yang belum, kita akan lakukan vaksinasi massal khusus untuk tenaga pengajar ASN maupun non-ASN di seluruh Jayawijaya,” ujarnya.

Karena pada tahun ajaran baru ia sangat berharap agar pembelajaran secara tatap muka bisa terealisasikan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Jayawijaya, Bambang Budiandoyo, mengatakan pelaksanaan ini berdasarkan surat keputusan bersama antara Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Agama, mengenai panduan penyelenggaraan pendidikan tahun ajaran baru 2021-2022.

“Dari situlah, dinas mencoba memformulasikan peraturan itu ke dalam peraturan daerah oleh bupati. Makanya, kita menjaring masukan-masukan dari WVI dan satuan pendidikan mulai dari TK/PAUD, SD hingga SMA sekaligus arahan bupati selaku ketua satuan tugas penanganan Covid-19 Jayawijaya, untuk memastikan aturan yang nanti akan dipergunakan sebagai pedoman untuk pembelajatan tatap muka itu, bisa sesuai dengan kondisi daerah,” kata Bambang.

Ia juga menambahkan bawah secara teknis 12 Juli 2021 memang sudah mulai tahun ajaran baru. Maka dari itu telah ada 78 sekolah pada zona satu dan zona dua telah melakukan program tatap muka terbatas. Namun sekolah yang juga melakukan program tatap muka berbatas ini tetep harus melakukan protokol kesehatan yang ketat.