Tak Bisa Mudik Lebaran? Hati-hati Berpengaruh pada Kesehatan
Ilustrasi mudik (foto : detik)

Masyarakat Indonesia resmi tidak boleh mudik atau pulang kampung. Hal ini mengacu pada Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 dari Satgas Penanganan Covid-19. Tentunya, aturan ini merupakan bentuk pencegahan penularan Covid-19.

Kendati demikian, tidak bisa mudik adalah hal serius bagi sebagian orang. Bayangkan, sudah 2 lebaran orang tidak pulang kampung karena pandemi. Suka atau tidak, hal ini berdampak pada kesehatan seseorang. Khususnya, kesehatan mental.

Psikolog Irma Gustiana mengimbau agar kita terus memperhatikan kesehatan mental kita. Lantaran tidak ikhlas tak bisa mudik, ini bisa mempengaruhi kesehatan fisik, lho.

“Kalau tidak ikhlas menjalani prosesnya nanti kualitas hidup kita akan menurun, menghalangi level kebahagiaan kita,” ujar Irma mengutip suara.com, Selasa (13/04/2021).

Selain itu, rasa rindu kepada keluarga pula dapat membuat kita sedih. Hal ini akan menghalangi kita untuk merasakan kebahagiaan. Akhirnya, sistem imun kita turun dan berpotensi lebih cepat sakit.

Hal ini karena saat kita stress, banyak gangguan metabolisme pada tubuh kita. Misalnya, asupan oksigen ke otak kurang, dan tekanan darah turun. Tak ayal tubuh kita lemas dan tak bertenaga saat stress.

Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

1. Melakukan atau Mencari Hobi Baru

Tak dapat kita pungkiri bahwa ketika kita sedih, kita malas melakukan apa-apa. Namun, justru kita harus melawan hal tersebut dengan terus bergerak. Bahwa, kesehatan mental sangat terpengaruh dari hormon kebahagiaan dalam otak.

Misalnya, ketika kita senang, otak memproduksi hormon adrenalin, dopamin, dan serotonin. Hormon ini membuat kita merasa bahagia, senang, dan bertenaga. Namun, kehilangan hormon tersebut akan membuat tubuh kita lesu. Bahkan sakit.

Baca Juga : Dilema Pulang Kampung: Perbedaan Mudik dan Perjalanan

Untuk itu, kita harus mencari alternatif lain untuk memproduksi hormon tersebut. Salah satunya mencari dan melakukan hobi baru. Misalnya, memelihara tanaman, memelihara hewan, mendekorasi rumah, hingga hobi memasak.

2. Mencoba Ikhlas dan Terima Keadaan

Selanjutnya, meski sulit, kita harus belajar ikhlas dan menerima keadaan. Bahwa, keadaan sulit akan semakin sulit jika kita tidak menerimanya. Misalnya, jika kita mudik membawa virus justru hal ini akan membuat kita semakin sedih.

Sebuah penelitian dari jurnal Social Psychological & Personality Science menyebutkan dampak kesehatan dari ikhlas. Bahwa, merelakan segala gundah dan kepenatan adalah upaya untuk meraih ketenangan dan juga kesehatan.

3. Abaikan Hal-hal Negatif

Untuk menjaga pikiran tetap tenang, jauhi hal-hal negatif yang ada. Misalnya, berpuasa media sosial beberapa waktu agar tidak merasa iri dengan mereka yang bisa mudik. Untuk menggantikan hal tersebut, kita bisa hubungi kerabat dan keluarga kita.

Atau, kita bisa saling mendukung dan berbagi dengan orang sekitar kita. Dengan demikian, lebaran kita tidak terlalu sepi dan lebih bermakna.