Tak Terima Ditilang, Mahasiswa Hukum UKI Ini Mengajukan Gugatan Ke MK
Tak Terima Ditilang, Mahasiswa Hukum UKI Ini Mengajukan Gugatan Ke MK

Tak Terima Ditilang, Mahasiswa Hukum UKI Gugat ke MK – Dua mahasiswa fakultas hukum UKI bernama Eliadi Hulu dan Ruben Saputra menggugat Undang Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada tanggal 1 Januari 2020. Hal ini terjadi disebabkan mereka tidak terima telah ditilang karena tidak menyalakan lampu sepeda motor.

Penilangan tersebut Eliadi dan Ruben alami saat keduanya sedang melewati jalan DI Panjaitan Jakarta timur pada tanggal 8 Juli 2019 pukul 09.00 WIB. Kedua mahasiswa ini ditilang karena lampu sepeda motor yang dikendarainya tidak menyala. Saat ditilang, Eliadi lantas menanyakan kepada petugas mengapa pengendara motor wajib menyalakan lampu saat berkendara, sementara sinar matahari dirasa sudah cukup terang kala itu. Namun sayangnya jawaban dari petugas dianggap mereka kurang memuaskan.

Atas penilangan yang dialaminya, Eliadi dan Ruben menggugat Pasal 197 ayat 2 dan Pasal 293 ayat 2. Mereka juga meminta pasal tersebut untuk dihapuskan. Adapun bunyi pasal tersebut adalah :

Pasal 107 ayat 2: Pengemudi Sepeda Motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.

Pasal 293 ayat 2: Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah).

Dalam gugatan yang diajukan kepada Mahkamah Konstitusi, Eliadi menyebutkan bahwa penggunaan lampu otomatis bisa mengganggu orang lain apabila motor yang digunakan melewati sebuah gang di malam hari. Hal ini dikarenakan lampu motor tersebut langsung menyorot mata orang lain dan tidak dapat di matikan. Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa penggunaan lampu otomatis tersebut bisa mengakibatkan pemborosan pada aki motor. Dan itu dianggapnya sangat merugikan driver online yang sehari hari mencari nafkah dengan menggunakan sepeda motor.

Baca Juga: Memaknai Kebahagiaan Dalam Perayaan

Lalu, seberapa pentingkah menyalakan lampu motor di siang hari?

Sekedar diketahui, UU LLAJ mewajibkan pengendara sepeda motor untuk menyalakan lampu di siang hari ini telah dikeluarkan sejak tahun 2009. Dimana tujuan dari diberlakukannya UU tersebut adalah untuk mengurangi resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas atau keselamatan dalam berkendara.

Ditlantas Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa penggunaan lampu daytime running light (DRL) mengurangi resiko kecelakaan sebesar 20 persen. Bahkan di Surabaya penggunaan DRL ini mampu menekan kecelakaan hingga 50 persen. [1]

[1] Santo evan, “Mengapa menyalakan lampu motor di siang hari penting”< https://otomotif.okezone.com/read/2015/04/09/15/1131804/mengapa-menyalakan-lampu-motor-di-siang-hari-penting>