taksi air SUBITU Trans Maritim
taksi air SUBITU Trans Maritim

Pada 11 April 2019 lalu, Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw meresmikan taksi air SUBITU Trans Maritim sebagai alternatif sarana transportasi masyarakat di kawasan pesisir Teluk. Peresmian taksi air ini juga diharapkan dapat membantu mengembangkan jaringan perekonomian masyarakat kampung, khususnya wilayah pesisir di kabupaten Teluk Bintuni. Rencananya ketiga kapal Taksi Air tersebut melayani masyarakat di berbagai kampung pesisir. Antara lain Bintuni, Arandai, Tomu, Sebyar, Taroi, Weriagar, Mogotira dan Kalitami.

Dalam peresmian tersebut, ada tiga taksi laut yang mulai beroperasi dengan perkiraan kapasitas 16 orang penumpang. Taksi air tersebut dapat memuat barang hingga 1,5 ton. Kapal itu terbuat dari material plat baja yang dikembangkan dengan teknologi plat datar (flat hull ship) dengan model semi trimaran. Operasional STM secara umum akan dikelola oleh putra-putri asli dariĀ  tujuh kelompok suku yang ada di Bintuni.

Baca Juga: Hutan Mangrove sebagai Sebuah Ekosistem yang Produktif

Taksi Laut STM Sebagai Program Pengembangan Kewirausahaan Masyarakat

SUBITU Trans Maritim merupakan bagian dari program pengembangan kewirausahaan masyarakat asli khususnya di bidang jasa transportasi laut dan sungai. Program tersebutĀ  diprakarsai oleh Tangguh LNG. Program ini didukung penuh oleh pemerintah daerah kabupaten Teluk Bintuni, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas 2 Bintuni dan SKK Migas.

Peresmian taksi laut STM ini menyusul kesuksesan empat unit bisnis SUBITU yang didirikan sebelumnya yakni SUBITU Kreasi Busana (SKB), SUBITU Karya Teknik (SKT), SUBITU Inti Konsultan (SIK) dan SUBITU Mart. Pengembangan unit-unit usaha SUBITU tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program sosial Tangguh yang berkelanjutan (Tangguh Sustainable Development Program). Hal tersebut sesuai dengan komitmen AMDAL proyek Tangguh Train 3. Sejak berdiri, unit-unit bisnis SUBITU tersebut telah berhasil meraih pendapatan dan keuntungan yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Program sosial Tangguh yang berkelanjutan secara langsung mendukung pembangunan di sektor kesehatan, ekonomi, pendidikan dan pelatihan, serta dalam hal tata kelola pemerintahan. Hingga kini, Tangguh telah menanamkan lebih dari US$ 35 juta melalui program sosial. BP, sebagai operator Tangguh LNG merupakan salah satu kontraktor kontrak kerja sama (Kontraktor KKS). BP dalam melaksanakan operasinya berada dalam pengawasan dan pengendalian SKK Migas, sebagai wakil pemerintah.