Tanam Ganja Hidroponik, Pidana Menjerat
beritapapua.id - Tanam Ganja Hidroponik, Pidana Menjerat - Didik Suhartono

Tanam Ganja Hidroponik, Pidana Menjerat – Seorang penjual hewan diketahui menanam ganja dibelakang rumahnya di Perum Wisma Lidah Kulon, Lakarsantri, Surabaya. saat digrebek polisi menemukan 27 tanaman ganja yang ditanam secara hidroponik. Pria berinisial D itu berhasil mengembangkan 27 bibit tanaman ganja tersebut.

Diketahui bahwa pemilik tanaman ganja tersebut belajar dari internet bagaimana cara untuk menanam ganja dengan cara hidroponik kata Kabid Humas Polda Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di lokasi penggerebekan dikutip dari detik.com.

Baca Juga: Dawai Literasi Christina Pretty untuk Papua Barat

Awal Mula dan Alasan Menanam Ganja

Hidroponik merupakan cara menanam tumbuhan dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah. Bibit ganja tersebut diletakkan pada wadah berupa kapas dan rutin disirami air. Menurut pengakuan tersangka dia memperoleh bibit ganja setelah membeli daun ganja dari temannya, yang merupakan salah satu narapidana di lapas dan setelah itu ia belajar sendiri dari internet.

Dari daun ganja yang dibeli tersebut, pelaku mendapatkan biji yang tersisa, yang akhirnya ia coba tanamkan di sebuah pot. Kalau sudah mulai tumbuh dipindah ke pot kecil sampai usia 3 minggu. Setelahnya tanaman ganja yang telah mencapai ketinggian 25 cm akan dipindahkan ke pot yang lebih besar agar tumbuh hingga 40 cm.

Tanaman ganja milik pelaku ditaruh di tempat khusus yang cukup sinar matahari dan udara. Keterangan Pelaku menyatakan bahwa hasil tanaman ganja yang ia tanam digunakan untuk ia konsumsi sendiri. Dia sudah 2 kali menggunakan hasil dari menanam ganja. Alasan pelaku nekat menanam ganja di rumahnya sendiri karena merasa dirina sering lemas jika tidak mengkonsumsi ganja. Pelaku sendiri telah mengaku bahwa ia mengkonsumsi ganja selama 3 tahun.

Berdasarkan golongannya ganja termasuk kedalam Narkotika Golongan I yang artinya narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Hal teresebut sebagaimana termaktub dalam Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, namun untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat digunakan dalam jumlah terbatas.

Dasar Hukum Larangan Menanam Ganja

Pada Ketentuan Pidana Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 yaitu Pasal 111 Ayat (2)berbunyi:

“(2) Dalam Hal perbuatan menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman sebagaimana dimaksud pada Aya (1) beratnya melebihi 1 kg atau melebihi 5 batang pohon, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) ditambah .

Narkoba sering kali menimbulkan efek yang bermacam-macam, namun yang pasti dimiliki pada setiap narkoba adalah efek ketergantungan. Hal tersebut yang membuat narkoba membahayakan karena menimbulkan kecanduan. Untuk itu mari hindari hal-hal yang bersangkutan dengan ilegalitas, karena pada akhirnya hanya akan merugikan diri sendiri, bahkan lingkungan sekitar.