Tanda Allah Berpaling
Tanda Allah Berpaling dari Hamba-Nya

Tanda Allah Berpaling dari Hamba-Nya – Seorang muslim yang cerdas pasti tahu ke mana mereka harus meminta pertolongan. Bayangkan, dalam satu hari kita setidaknya membaca surat Al Fatihah sebanyak 18 kali. Dalam surat tersebut Allah berfirman,

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada-Mu lah Kami beribadah dan hanya kepada-Mu lah Kami meminta pertolongan.”

Dalam surat Al Fatihah yang setiap hari kita baca, kita tahu bahwa Allah adalah satu-satunya penolong kita. Lantas, apa yang terjadi jika Allah berpaling dari kita?

Al-Imam al-Hasan al-Basri rahimahullah berkata,

من علامة إعراض الله عن العبد أن يجعل شغله فيما لا يعينه

“Termasuk tanda berpalingnya Allah dari seorang hamba adalah Allah menjadikan kesibukannya dalam hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.”

Salah satu tanda bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berpaling dari hamba-Nya adalah menyibukkan mereka dengan perkara tidak penting. Perkaran ini dapat berupa kecanduan video game, berpacaran, atau bahkan nongkrong hingga larut malam.

Mereka yang tenggelam dalam perkara tersebut ada ciri-ciri bahwa Allah telah berpaling dari mereka. Lalu, apa yang menyebabkan Allah berpaling?

Hati Condong Kepada Maksiat (Tanda Allah Berpaling)

Baca juga: PON XX Papua Tinggal Menghitung Bulan, Sudah Siapkah?

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (18) وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (19)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. Al Hasyr: 18-19).

Dalam surat tersebut, Allah menyampaikan tentang sebab Allah meninggalkan mereka. Pertama, bahwa hamba-Nya adalah mereka yang melupakan Allah. Telah hilang sifat taqwa pada seorang hamba.

Secara sederhana, muslim yang mulai meninggalkan ketaatan adalah mereka yang merugi. Ketika mereka mulai meninggalkan Allah, maka Allah akan mulai meninggalkan mereka.

Inilah bukti betapa berbahayanya sebuah maksiat. Perkara buruk bagaikan kotoran yang menyelimuti kaca. Semakin banyak, maka semakin mengotori kejernihan kaca tersebut. Sebagaimana firman Allah ta’ala,

كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS. Al Muthoffifin: 14)

Ini adalah sebab kedua Allah meninggalkan hamba-Nya. Hati mereka condong ke arah maksiat sehingga hati mereka rusak. Mereka bergelimang dosa dan enggan meninggalkan perkara tersebut.

Semoga kita menjadi bagian dari hamba Allah yang taat.