Tanda Malam Lailatul Qadar pada 10 Hari Terakhir Ramadhan
Ilustrasi malam lailatul qadar (foto : istimewa)

Tak terasa, Ramadhan tinggal 10 hari lagi. Semakin pendek waktu kita bersama bulan suci ini. Untuk itu, kita perlu memaksimalkan waktu kita untuk meraih segala kebaikannya. Meski sudah akan berakhir, bulan Ramadhan masih menyimpan banyak kebaikan. Salah satunya adalah malam lailatul qadar.

Apa itu malam lailatul qadar? Itu adalah malam yang sangat spesial, hanya ada pada bulan Ramadhan saja. Ini adalah malam ketika Alquran turun sebagai penuntun umat manusia. Barang siapa yang menghidupkan malam tersebut, maka Allah akan mengatur urusan mereka.

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar : 3-5)

Kemudian, bagaimana cara menghidupkan dan mendapatkannya? Ada berbagai cara, utamanya adalah memperbanyak ibadah pada malam tersebut. Baik dengan cara salat berjamaah, baca quran maupun salat malam.

Sebagaimana hadis dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

“Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.” (HR. Muslim no. 656 dan Tirmidzi no. 221).

Atau pada hadis lainnya, Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan salat malam sebagai amalan malam lailatul qadar.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar

Pertama, kita harus memahami kapan malam lailatul qadar turun. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Lebih spesifik lagi, malam tersebut biasanya turun pada malam-malam ganjil. Ada pun mereka yang tak sanggup mengejar malam lailatul qadar pada 10 malam terakhir, maka kejarlah pada 7 hari terakhir.

Baca Juga : Gubernur Papua Menanggapi Pemberian Label Teroris Terhadap TPNPB

Kedua, kita harus memahami tanda-tanda malam lailatul qadar. Terdapat 4 tanda umum malam 1000 bulan ini. Pertama, malam tersebut terasa tenang, lembut dan sejuk.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi. Haytsami mengatakan periwayatnya adalah tsiqoh /terpercaya)

Kemudian, malam itu akan menghampiri orang-orang yang beriman. Malaikat akan turun dan membawa ketenangan bagi mereka. Sehingga, akan muncul rasa kenikmatan dalam beribadah.

Selanjutnya, sebagian orang-orang beriman akan mendapatkan mimpi tentang malam ini sebagaimana para sahabat. Dan, matahari pagi akan terbit tanpa sinar dan jernih.

Semoga kita termasuk ke dalam golongan yang dapat mendapatkan malam lailatul qadar.