Tarian Dan Alat Musik Suku Asmat
beritapapua.id - Tarian Dan Alat Musik Suku Asmat - Cendana News

Tarian Tobe merupakan tarian khas Suku Asmat yang disebut juga tarian perang. Jenis tarian Tobe dulunya memang tarian yang dilakukan ketika ada perintah dari kepala adat untuk berperang. Tari ini memang dimaksudkan untuk mengobarkan semangat para prajurit. Seiring perkembangannya, tarian ini digunakan untuk menyambut tamu sebagai bentuk respect mereka terhadap tamu yang datang. Tarian ini dilakukan oleh 16 penari laki-laki dan 2 penari perempuan. Tarian Tobe ini dipadukan dengan nyanyian-nyanyian yang sifatnya membakar semangat diiringi alat musik tifa.

Penari mengenakan manik-manik dada, rok dari akar bahar, dan daun-daun yang diselipkan dalam tubuh mereka. Hal ini melambangkan bahwa masyarakat Suku Asmat sangat dekat dengan alam.

Baca Juga: Kado Spesial AHY Untuk Annisa Pohan

Adat Istiadat Suku Asmat

Di dalam kehidupan kesehariannya, Suku Asmat memiliki adat yang menjadi pegangannya secara turun temurun. Adat istiadat ini sampai sekarang masih dijaga oleh penduduk Suku Asmat. Berikut beberapa adat istiadat yang berasal dari Suku ini:

  • Kehamilan. Masyarakat suku sangat menjaga kehamilan seorang wanita ditengah-tengah keluarga mereka. Mereka memperlakukan wanita hamil dengan baik hingga tercapainya proses persalinan dengan selamat.
  • Kelahiran. Setelah mencapai proses persalinan, keluarga tersebut akan mengadakan upacara selamatan dengan pemotongan tali pusar menggunakan sembilu. Sembilu yang digunakan untuk memotong dibuat dari bambu yang dilanjarkan. Untuk perkembangannya, si bayi akan disusui oleh ibunya selama usia 2-3 tahun.
  • Pernikahan. Pernikahan dilaksanakan ketika mencapai usia 17 tahun atau lebih. Tentunya hal ini telah mendapatkan kesepakatan dari kedua belah pihak. Selain itu, ada uji keberanian dari pria untuk membeli wanita menggunakan piring antik yang nilainya disesuaikan penafsiran harga perahu Johnson.
  • Kematian. Pengecualian dalam mengurus orang meninggal berlaku bagi kepala adat. Kepala suku atau kepala adat yang meninggal mayatnya akan dimumikan dan dipajang di depan joglo Suku Asmat.

Demikian kebudayaan Suku Asmat yang bernilai estetis klasik yang ada dalam kehidupan masyarakat Suku ini. Ada pelajaran berharga yang dapat kita ambil dari Suku ini, meskipun masyarakatnya religius magis, mereka sangatlah menghargai alam karena segala aktivitas dan yang terjadi adalah karena alam dan seisinya.