Tata Cara Mandi Wajib
Tata Cara Mandi Wajib Paling Ringkas Menurut Hadis

Tata Cara Mandi Wajib – Mandi wajib atau mandi janabah adalah mandi dengan niat untuk menyucikan tubuh dari hadas besar. Tentu, ada berbagai sebab mengapa seseorang harus melakukan mandi wajib. Berdasarkan kitab Bulughul Maram, beberapa sebab seseorang harus mandi wajib antara lain:

  1. Pertama, Mandi wajib karena keluar air mani, baik laki-laki ataupun perempuan
  2. Kedua, Mandi karena berhubungan intim meski tidak keluar mani
  3. Ketiga,Mandi setelah memandikan jenazah
  4. Keempat, Mandi setelah masuk islam
  5. Dan mandi pada hari Jumat sebelum salat Jumat

Beberapa perkara tersebut mengharuskan seorang muslim untuk melaksanakan mandi wajib. Dalam melakukan mandi wajib, tentu ada perbedaan dari melakukan mandi sebagaimana umumnya.

Ada beberapa versi mandi wajib sebagaimana dalam beberapa hadis menjelaskan. Seperti dalam hadis dari ‘Aisyah dan hadis dari Maimunah.

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ، ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِى الْمَاءِ ، فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ ، ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ

“Nabi shallallahu alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR. Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)

Dari hadis tersebut, Nabi menyontohkan tata cara mandi wajib yang cukup detail dan runut. Namun, ada versi lain yang ringkas. Berikut penjelasannya.

Mandi Wajib pun Tergantung Niatnya

Baca juga: Kampung Abar di Papua Gunakan Sagu Sebagai Sumber Listrik

Sebelum membahas versi ringkas ihwal mandi wajib, ada baiknya kita memahami kaidah dan hakikat mandi dalam Islam. Pada dasarnya, yang membedakan mandi wajib dan mandi biasa adalah niatnya.

Sebagaimana dalam hadis dari ‘Umar bin Al Khattab, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)

Mandi, dalam Islam pun memiliki penjelasan. Adalah sebuah tindakan untuk menguyur air pada seluruh badan/ Hal ini sebagaimana hadis,

Aisyah radhiyallahu ‘anha yang menceritakan tata cara mandi Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جَسَدِهِ كُلِّهِ

“Kemudian beliau mengguyur air pada seluruh badannya.” (HR. An Nasa-i no. 247. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari kedua hadis tersebut, maka mandi wajib merupakan mandi dengan niat untuk menyucikan diri dari hadas besar. Perihal tata caranya, memang tidak ada secara rinci kewajiban untuk melakukan sesuatu yang khusus selain niat.

Dalam melantunkan niat, ada sebagian hadis yang menjelaskan niat cukup dalam hati dan berbahasa semampunya. Namun, niat pun boleh dilafalkan dalam bahasa Arab sebagai berikut,

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta’aala.

“Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar, fardhu karena Allah ta’ala.”

Setelah membaca niat, kemudian mandilah seperti biasa dengan mengguyur tubuh dengan air. Sebagai cacatan, air perlu mengguyur seluruh bagian tubuh secara sempurna. Mandi wajib dengan cara seperti ini pun tetap sah.

Itulah tata cara mandi wajib yang ringkas menurut hadis. Adapun mandi wajib dengan berwudhu terlebih dahulu juga boleh.