Telkom Berikan Kompensasi Bagi Yang Terdampak Putusnya Kabel Optik
beritapapua.id - ilustrasi kabel bawah laut (foto : istimewa)

PT Telkom Indonesia memberikan kompensasi berupa pembebasan tagihan untuk pemakaian layanan bulan Mei 2021. Kebijakan ini menyusul dampak putusnya kabel optik bawah laut antara Perairan Sarmi-Biak.

Untuk kebijakan itu Pujo Pramono, VP Corporate Communication PT Telkom Indonesia menyampaikannya sendiri melalui siaran pers, pada Rabu (02/06/2021).

“Sebagai bentuk perlindungan konsumen terhadap pelanggan di wilayah terdampak gangguan, Telkom telah melakukan beberapa hal di antaranya memberikan kompensasi berupa pembebasan tagihan untuk pemakaian layanan bulan Mei 2021,” kata Pujo.

Selain membebaskan tagihan bulanan, Telkom Indonesia juga menyediakan backup bandwidth radio sebesar 4,7 Gbps melalui sarana frekuensi bagi pelanggan prioritas IndiHome.

Selain itu, layanan publik seperti rumah sakit, Diskominfo, TNI dan Kepolisian, Pemprov dan Pemkot Papua, BMKG hingga sekolah dan kampus juga mendapatkan backup bandwidth. Dan tagihan layanan IndiHome secara pro-rate sesuai pemakaian pelanggan dan tidak melakukan tagihan ke pelanggan selama layanan masih terganggu.

Telkom Infra Akan Kawal Proses Perbaikan Kabel

Dalam upaya pemulihan layanan di Jayapura, PT Telkom Indonesia juga telah mengirimkan Cableship DNEX Pacific Land (DPL). Hal ini sehubungan untuk melakukan penyambungan kabel laut SMPCS ruas Biak-Jayapura.

“Proses perbaikan kabel ini dikawal langsung oleh Telkom Infra, salah satu entitas anak usaha Telkom. Ditargetkan penyambungan kembali kabel laut dapat selesai dilakukan pada awal Juni 2021,” kata Pujo.

Baca Juga : Pemerintah Kota Sorong Tutup Tempat Karantina COVID-19

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua mendesak pihak Telkom melakukan perbaikan jaringan internet yang di wilayah tersebut. Pemerintah berharap perbaikan kabel optik dapat sesuai jadwal atau tepat waktu.

“Jika segera normal maka pelayanan publik juga dapat dilaksanakan dengan baik, apalagi terkait dengan pelaksanaan e-goverment,” kata Sekda Papua Dance Yulian Flassy beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua Jeri Yudianto mengatakan jaringan internet akan mulai membaik. Dan ia memperkirakan sekitar minggu pertama Juni 2021, kondisi jaringan internet dapat kembali normal.

“Harapan semua pihak, komunikasi ini dapat segera berjalan baik dan normal,” katanya.

Jeri juga berpendapat, untuk solusi permanen adalah melakukan penambahan Link operator Pemerintah Pusar dan daerah lalu menambah Link kontinyu yang ada. Dan itu juga bisa meminimalisir kejadian tersebut terulang kembali seperti saat ini.